BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Januari 2025, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami deflasi year-on-year atau y-on-y sebesar 0,31 persen dalam kelompok transportasi, menurut data yang disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti. Indeks harga pada kelompok ini turun dari 110,38 pada Januari 2024 menjadi 110,04 pada Januari 2025.
"Dari empat subkelompok yang ada di kelompok transportasi, satu subkelompok mengalami deflasi y-on-y, sementara tiga subkelompok lainnya mengalami inflasi y-on-y. Subkelompok yang mencatat deflasi adalah jasa angkutan penumpang, yang turun sebesar 7,74 persen. Di sisi lain, subkelompok yang mengalami inflasi y-on-y adalah pembelian kendaraan sebesar 3,26 persen; pengoperasian peralatan transportasi pribadi sebesar 0,35 persen; dan jasa pengiriman barang sebesar 1,30 persen," kata Agnes pada Selasa, 4 Februari 2025.
Dampak deflasi y-on-y pada kelompok transportasi Januari 2025 tercatat sebesar 0,03 persen. Komoditas utama yang memberikan kontribusi deflasi adalah angkutan udara sebesar 0,10 persen, bensin sebesar 0,05 persen, dan solar sebesar 0,01 persen.
"Penurunan harga angkutan udara dan bahan bakar menjadi faktor utama yang mendorong deflasi pada kelompok ini," ungkap Agnes.
Namun, inflasi y-on-y dalam kelompok ini juga dipengaruhi oleh beberapa komoditas, seperti pemeliharaan/service dan sepeda motor yang masing-masing menyumbang 0,03 persen, serta pelumas/oli mesin sebesar 0,02 persen. Mobil dan perbaikan ringan kendaraan masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,01 persen.
"Kenaikan harga pada komoditas ini cukup signifikan meski dalam persentase kecil," tambah Agnes.
Selain itu, kelompok transportasi pada Januari 2025 juga memberikan andil inflasi month-to-month atau m-to-m sebesar 0,07 persen. Komoditas yang dominan memberikan kontribusi inflasi m-to-m adalah bensin sebesar 0,03 persen, serta pelumas/oli mesin, pemeliharaan/service, sepeda motor, dan angkutan udara masing-masing sebesar 0,01 persen.
Agnes menyimpulkan bahwa dinamika harga dalam kelompok transportasi sangat dipengaruhi oleh berbagai komoditas dengan kontribusi yang bervariasi.
"Perubahan harga pada satu komoditas dapat berdampak signifikan pada kelompok ini secara keseluruhan," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)









