BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan bahwa kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya di Provinsi Kalimantan Tengah mengalami deflasi sebesar 0,91 persen pada Januari 2025 dibandingkan dengan Januari 2024. Indeks harga kelompok ini turun dari 104,13 menjadi 105,08 dalam setahun terakhir.
"Subkelompok barang rekreasi lainnya dan olahraga mencatat deflasi tertinggi dalam kelompok ini, dengan penurunan indeks sebesar 0,28 persen year-on-year atau y-o-y," kata Agnes pada Selasa, 4 Februari 2025.
Sebaliknya, subkelompok layanan kebudayaan mengalami inflasi tertinggi sebesar 19,41 persen y-o-y. Hal ini menunjukkan perbedaan signifikan dalam komponen-komponen yang membentuk kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya di provinsi tersebut.
"Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,01 persen y-o-y pada Januari 2025. Salah satu komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah bioskop, dengan andil sebesar 0,01 persen," tuturnya.
Agnes menambahkan bahwa sektor ini memiliki peran penting dalam mengukur tingkat inflasi daerah.
Untuk inflasi month-to-month atau m-to-m, kelompok ini juga memberikan andil sebesar 0,01 persen pada Januari 2025. Komoditas yang dominan dalam memberikan sumbangan inflasi m-to-m adalah buku tulis bergaris, dengan andil sebesar 0,003 persen. Peran komoditas tersebut memperlihatkan dampak langsung pada tingkat inflasi bulanan.
Agnes Widiastuti menggarisbawahi pentingnya memahami dinamika harga di sektor rekreasi, olahraga, dan budaya sebagai bagian dari upaya BPS dalam memberikan data yang akurat dan relevan.
"Kami berharap laporan ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang perkembangan harga dan inflasi di Kalimantan Tengah," ujarnya.
Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai inflasi di berbagai subkelompok, diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)









