PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, mengumumkan bahwa peserta PBPU atau BP yang sedang beralih segmen menjadi target Program New REHAB 2.0. Meskipun status kepesertaan mereka saat ini aktif karena terdaftar di segmen lain, tidak menutup kemungkinan suatu hari mereka akan kembali beralih segmen ke PBPU atau BP.

"Contohnya, peserta PPU yang suatu hari akan pensiun atau peserta PBI yang suatu saat tidak lagi ditanggung iurannya oleh pemerintah pusat maupun daerah karena sudah dianggap mampu. Dengan melunasi tunggakan iuran yang fleksibel, jika suatu saat pindah segmen ke PBPU atau BP, maka status kepesertaan akan langsung aktif," kata Ghufron dalam rilisnya pada Selasa, 4 Februari 2025.

Peserta JKN yang memiliki tunggakan iuran dapat mendaftar Program New REHAB 2.0 melalui aplikasi Mobile JKN atau langsung datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat. Program ini memberikan kemudahan bagi peserta untuk melunasi tunggakan iuran mereka dengan cara yang lebih fleksibel, sehingga mereka tetap dapat menikmati layanan kesehatan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengungkapkan bahwa BPJS Kesehatan saat ini dalam keadaan kuat dan sehat dalam menjalankan tugasnya. Semangat gotong royong menjadi penopang keberhasilan dalam menjalankan Program JKN. Apa yang dilakukan BPJS Kesehatan merupakan hal yang patut diapresiasi. Pendanaan JKN merupakan amanat rakyat, dan dengan gotong royong antara pemerintah, BPJS Kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan termasuk peserta, diharapkan dapat menjawab tantangan finansial JKN saat ini.

Muhaimin menambahkan bahwa pengelolaan kekuatan finansial JKN harus dilakukan dengan serius agar lebih memadai dan program ini dapat terjaga keberlangsungannya. Hadirnya Program New REHAB 2.0 dan inovasi pendanaan melalui skema endowment fund merupakan cara baru untuk mengatasi segala tantangan terkait Program JKN.

"Kita harus mengadaptasi perkembangan pola pikir masyarakat yang terus berubah, termasuk cara kerja efektif dan pola baru. New REHAB ini merupakan hal yang kita tunggu untuk solusi cepat khususnya masalah yang dihadapi peserta yang tidak aktif dan menunggak iuran," jelas Muhaimin.

Ketua Komisi IX RI, Felly Estelita Runtuwene, mengungkapkan bahwa revolusi pelayanan kesehatan yang dikelola melalui Program JKN telah berjalan dengan baik dan harus disempurnakan serta dirawat bersama. Ia juga mengapresiasi beragam inovasi yang disampaikan kepada masyarakat. Menurutnya, inovasi-inovasi tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Felly menambahkan bahwa di tengah keterbatasan ruang fiskal, pemerintah dan DPR terus berkomitmen menjaga keberlangsungan Program JKN.

"Kita berharap peserta yang tidak aktif ini tidak kehilangan hak mendapat akses pelayanan kesehatan. Tentu banyak hal yang bisa kita lakukan dan kaji bersama. Hadirnya Program New REHAB ini merupakan hal yang perlu kita sosialisasikan atau kampanyekan secara masif," kata Felly. (TESTI PRISCILLA/H)