PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga di daerah perdesaan, Nilai Tukar Petani atau NTP gabungan di Kalimantan Tengah pada Januari 2025 mencapai angka 133,78.

"Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 0,59 persen dibandingkan dengan bulan Desember 2024 yang berada di angka 132,99," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Selasa, 4 Februari 2025.

Peningkatan NTP ini menjadi indikasi positif bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.

Peningkatan NTP pada Januari 2025 disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian atau It, sementara indeks harga yang dibayar petani atau Ib justru mengalami penurunan. Penurunan indeks harga yang dibayar petani ini disebabkan oleh turunnya salah satu indeks penyusunnya, yaitu indeks kelompok konsumsi rumah tangga petani atau KRT. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun petani harus membayar harga yang lebih rendah untuk kebutuhan rumah tangga, mereka mendapatkan harga yang lebih tinggi untuk hasil produksi mereka.

Lebih lanjut, kenaikan NTP pada Januari 2025 terjadi di seluruh subsektor pertanian.

"Subsektor Tanaman Pangan mencatat kenaikan sebesar 1,86 persen, sementara subsektor Hortikultura mengalami peningkatan yang lebih signifikan dengan kenaikan sebesar 3,61 persen," tuturnya.

Di sisi lain, subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami kenaikan yang lebih moderat sebesar 0,06 persen.

Kenaikan NTP juga terlihat pada subsektor Peternakan dan Perikanan, dengan masing-masing mencatatkan peningkatan sebesar 0,79 persen dan 0,18 persen. Peningkatan ini menunjukkan adanya tren positif di seluruh subsektor pertanian, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)