PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada bulan Januari 2025, Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan kenaikan Indeks harga yang diterima oleh petani atau It sebesar 0,55 persen dibandingkan dengan Desember 2024. Indeks ini naik dari angka 167,24 menjadi 168,16. 

Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa kenaikan It ini disebabkan oleh peningkatan pada beberapa subsektor. "Tanaman pangan mengalami kenaikan tertinggi sebesar 2,04 persen, diikuti oleh hortikultura yang naik 3,59 persen. Selain itu, subsektor peternakan dan perikanan juga menunjukkan peningkatan masing-masing sebesar 0,38 persen dan 0,20 persen," ungkap Agnes pada Rabu, 5 Februari 2025.

Menurut Agnes, faktor-faktor yang mendorong kenaikan pada subsektor tanaman pangan dan hortikultura antara lain peningkatan hasil panen dan harga komoditas yang lebih baik.

"Para petani dan pelaku hortikultura berhasil meningkatkan produksi mereka sehingga memberikan kontribusi positif terhadap indeks keseluruhan," tambahnya.

Kepala BPS Kalteng itu juga menyoroti peran penting subsektor peternakan dan perikanan dalam mendukung perekonomian daerah. Meski kenaikan pada subsektor ini relatif kecil, kontribusinya tetap signifikan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan produk hewani dan perikanan di Kalimantan Tengah.

Selain itu, BPS Kalteng menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan di sektor perkebunan dan memberikan dukungan data yang akurat untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah.

"Data yang kami himpun sangat penting untuk merumuskan kebijakan yang tepat guna meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di sektor pertanian," jelas Agnes.

Dengan adanya peningkatan It pada bulan Januari 2025 ini, BPS Kalteng berharap para pemangku kepentingan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk mempertahankan dan meningkatkan performa sektor perkebunan di Kalimantan Tengah.

"Kerjasama antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha sangat krusial dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada," tutur Agnes Widiastuti. (TESTI PRISCILLA/j)