SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berupaya mengoptimalkan penanganan dan pengelolaan sampah melalui kemitraan dengan pihak ketiga. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kotim, Marjuki, menyatakan perlunya konsep baru dalam pengelolaan sampah yang melibatkan kemitraan untuk memaksimalkan nilai ekonomis sampah.

"Penanganan sampah ke depan harus ada pola kemitraan, sehingga sampah bisa dipilah dan dimanfaatkan secara ekonomis," ujar Marjuki, Rabu, 5 Februari 2025.

Menurutnya, sistem ini akan memisahkan sampah bernilai ekonomis untuk diolah kembali, bukan sekadar dibuang.

Kemitraan ini juga diharapkan dapat mengatasi kekurangan tenaga kerja di DLH Kotim.  Marjuki menjelaskan bahwa pola kemitraan ini memungkinkan dan bahkan telah dibahas dalam rapat koordinasi di Provinsi Kalimantan Tengah, bersama 14 kabupaten atau kota lainnya.

--page

"Walaupun masih mencari pihak swasta yang berminat, pola kemitraan ini sangat memungkinkan. Sampah yang dipilah dapat diolah menjadi barang-barang bermanfaat, misalnya alat rumah tangga," jelasnya.

Saat ini, prioritas utama adalah mengatasi masalah sampah di Kota Sampit, khususnya bau tidak sedap di depo sampah.  Marjuki menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, swasta, dan pemerintah daerah dalam mengatasi masalah ini. Ia berharap semua pihak dapat berkontribusi aktif dalam mengatasi permasalahan sampah di Kotim.

"Penanganan sampah butuh tiga hal utama, sarana prasarana, identitas, dan anggaran.  Jumlah sampah terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan pembangunan," tutupnya. (DEVIANA/Y)