BORNEONEWS, Tamiang Layang – Dalam upaya memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kalimantan Tengah, Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur menerima kunjungan dari Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Rabu, 5 Februari 2025.
Kunjungan ini dipimpin oleh Panit I Subdit Keamanan Negara Polda Kalteng, Iptu Rahmat Efendy, bersama lima anggota unitnya. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Rutan Tamiang Layang, Arief Budi Prasetya, didampingi Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Junaidi, dan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Wahyu Cahyadi.
Dalam pertemuan tersebut, Iptu Rahmat Efendy menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari agenda mapping atau pemetaan daerah Polda Kalteng yang bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kerawanan di lingkungan Rutan.
“Kami melakukan pemetaan terkait struktur bangunan, sarana prasarana, kekuatan personel, hingga kondisi warga binaan. Tujuannya adalah untuk memastikan semua aspek pendukung di Rutan ini dapat berfungsi optimal dalam mencegah gangguan kamtibmas,” ujar Iptu Rahmat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Rutan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan. Pasalnya, potensi gangguan bisa muncul tidak hanya dari luar, tetapi juga dari dalam lingkungan pemasyarakatan.
“Kami ingin memastikan bahwa potensi gangguan seperti peredaran narkoba, radikalisme, maupun pelanggaran lainnya dapat dideteksi sejak dini. Kolaborasi antara aparat kepolisian dan pihak Rutan sangat penting untuk mewujudkan hal ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Tamiang Layang, Arief Budi Prasetya, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kerja sama antara Rutan dan Ditintelkam Polda Kalteng menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Sinergi dengan aparat penegak hukum seperti Polda Kalteng, Polres, BNN, dan instansi terkait lainnya menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan di Rutan. Ini juga sejalan dengan visi bersama untuk mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045,” ujar Arief.
Dalam diskusi yang berlangsung, dibahas pula potensi kerja sama di bidang pertukaran informasi intelijen sebagai upaya pencegahan dini. Arief menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka untuk berkolaborasi dalam mendukung keamanan nasional.
“Rutan bukan hanya tempat pembinaan warga binaan, tetapi juga bagian dari sistem keamanan nasional. Oleh karena itu, kami siap melakukan koordinasi intensif dengan Ditintelkam untuk berbagi informasi dan pengalaman dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks,” jelasnya.
Setelah diskusi, rombongan Ditintelkam melakukan peninjauan langsung ke beberapa area strategis di dalam Rutan, termasuk blok hunian, ruang kontrol pengawasan, serta fasilitas pendukung lainnya. Evaluasi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi nyata di lapangan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Wahyu Cahyadi, menambahkan bahwa pihaknya telah menerapkan berbagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan.
“Kami secara rutin melakukan razia internal, peningkatan kapasitas petugas, serta memanfaatkan teknologi pengawasan. Namun, dukungan dari pihak eksternal seperti Ditintelkam tentu sangat membantu dalam memperkuat sistem pengamanan yang ada,” jelas Wahyu. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









