BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada tanggal 6 hingga 7 Februari 2025, International Conference on Discoveries in Applied Sciences and Advanced Technology atau DASAT 2025 diadakan di Resort World Awana, Genting Highlands, Malaysia.
Konferensi bergengsi ini diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA atau UiTM bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin atau UNHAS, Universitas Sumatera Utara atau USU, Universitas Majalengka, Advanced Materials Research Centre Universitas Indonesia atau AMRC, dan Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteren’ Jawa Timur. Konferensi ini menghadirkan para peneliti, praktisi, dan pendidik dari berbagai disiplin ilmu untuk berbagi inovasi terkini dan tren dalam ilmu terapan dan teknologi maju.
Salah satu pembicara undangan yang menarik perhatian adalah Profesor Rahmawaty dari Indonesia. Dalam konferensi ini, Guru Besar Kehutanan Universitas Sumatera Utara ini menyampaikan materi berjudul "Seasonal Plants Land Suitability: Land Limiting Factors in Supporting SDGs Achievement". Materi ini mengupas tentang kesesuaian lahan untuk tanaman musiman serta faktor pembatas lahan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Profesor Rahmawaty memaparkan bahwa keberhasilan pencapaian SDGs sangat tergantung pada kesesuaian lahan untuk tanaman musiman.
"Faktor-faktor pembatas seperti kualitas tanah, ketersediaan air, dan perubahan iklim perlu diidentifikasi dan diatasi. Menurutnya, penelitian dan inovasi dalam bidang ini sangat krusial untuk mencapai ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan," kata Prof Rahmawaty untuk Borneonews pada Kamis, 6 Februari 2025.
Selain itu, Profesor Rahmawaty juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarnegara dan antaruniversitas dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam paparannya, Ketua Prodi S2 S3 Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan USU ini mengajak seluruh peserta konferensi untuk bekerja sama dalam mengatasi tantangan global yang dihadapi oleh sektor pertanian dan lingkungan.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi inovatif dan berkelanjutan," katanya.
DASAT 2025 merupakan platform multidisiplin yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait penelitian dan teknologi terkini. Dengan tema "Science Solutions for a Sustainable Future", konferensi ini diharapkan dapat mendorong pertukaran ide-ide inovatif, penelitian mutakhir, dan kemajuan teknologi yang dapat memberikan dampak positif bagi dunia.
Konferensi ini mencerminkan komitmen bersama untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan dan menciptakan masa depan yang lebih baik melalui ilmu pengetahuan dan teknologi. Partisipasi aktif dari para peneliti, akademisi, dan praktisi diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan visi tersebut. (TESTI PRISCILLA/H)









