BORNEONEWS, Pangkalan Bun – SMPN 1 Arut Selatan semakin mengukuhkan posisinya sebagai sekolah favorit di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Keberhasilan ini tidak lepas dari penerapan trilogi pendidikan yang melibatkan sinergi antara sekolah, orangtua murid, dan masyarakat. Kekompakan "tiga serangkai" ini telah menghantarkan sekolah meraih berbagai prestasi, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.
Kepala SMPN 1 Arut Selatan, Soni Yardawati, mengungkapkan bahwa peran aktif orangtua murid yang tergabung dalam Komite Sekolah memiliki kontribusi besar dalam mendukung prestasi siswa. Menurutnya, gotong royong dalam meningkatkan dunia pendidikan menjadi kunci utama keberhasilan sekolah.
"Alhamdulillah, kami akui peran aktif dari Komite Sekolah ini sangat penting. Ada beberapa kegiatan yang tidak bisa dibiayai oleh dana BOS, sehingga Komite Sekolah turun tangan untuk membantu. Setiap tahun, mereka menyusun program kerja bersama orangtua wali murid dengan transparansi penuh, sehingga tidak pernah ada protes," ujar Soni Yardawati didampingi Bendahara Komite Sekolah, Rusmilawati, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
Bahkan, lanjutnya, SMPN 1 Arut Selatan sering menjadi tujuan studi banding bagi sekolah-sekolah dari luar Kotawaringin Barat. Baru-baru ini, SMPN 2 Balai Riam Sukamara dan SMP Eka Cipta Katayang Kabupaten Seruyan datang untuk menggali informasi terkait implementasi Kurikulum Merdeka dan Manajemen Pengembangan Sekolah Merdeka.
Selain itu, SMPN 1 Arut Selatan juga merupakan Sekolah Adiwiyata Mandiri tingkat Nasional serta Sekolah Sehat. Dengan lingkungan yang hijau, bersih, dan ramah lingkungan, para siswa terbiasa belajar dalam suasana yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka.
Saat ini, SMPN 1 Arut Selatan memiliki 710 siswa, terdiri dari 370 siswi perempuan dan 340 siswa laki-laki. Pihak sekolah membuka ruang bagi siswa berbakat di bidang seni budaya, olahraga, maupun mata pelajaran akademik.
Dalam hal pengembangan sarana dan prasarana, selain didanai melalui APBD dan bantuan pusat, dukungan dari orangtua melalui Komite Sekolah juga berperan penting.
"Prinsip kami adalah membangun komunikasi yang baik dengan orangtua murid. Saat penerimaan peserta didik baru, kami mensosialisasikan program sekolah kepada orangtua. Kami juga membentuk Forum Koordinasi Orangtua dan Guru, sehingga komunikasi tetap terjalin erat layaknya sebuah keluarga," jelas Soni Yardawati.
Ia juga menegaskan bahwa dalam pembahasan anggaran, Komite Sekolah selalu terbuka. Selain itu, bagi siswa yang kurang mampu, tidak ada pungutan sumbangan dalam bentuk apa pun.
Berkat sinergi kuat antara sekolah, orangtua, dan masyarakat, dalam dua tahun terakhir SMPN 1 Arut Selatan berhasil meraih predikat Sekolah Berprestasi dari Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penghargaan ini diberikan melalui Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja Sekolah Prestasi, yang mendukung pengembangan talenta siswa.
"Kami bersyukur atas pencapaian ini. Sinergi antara sekolah, orangtua, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan kami dalam mencetak generasi unggul," pungkasnya. (DANANG/H)









