PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - International Conference on Discoveries in Applied Sciences and Advanced Technology atau DASAT 2025 resmi dibuka, menampilkan berbagai pemimpin dan ahli di bidang sains dan teknologi.

Acara ini diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) dan bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Majalengka, Advanced Materials Research Centre Universitas Indonesia (AMRC), serta Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jawa Timur.

Konferensi ini menjadi wadah bagi para peneliti, praktisi, dan pendidik untuk berbagi ide-ide inovatif serta perkembangan terbaru.

Keynote speaker dalam DASAT 2025 termasuk Ir Dr Oh Seong Por dari Samsung SDI Energy Malaysia Sdn Bhd serta perwakilan dari King Mongkut's University of Technology North Bangkok (KMUTNB), Thailand.

Mereka menyampaikan materi dan pandangannya mengenai kemajuan teknologi serta aplikasinya dalam berbagai industri.

Kehadiran mereka menambah bobot dan kredibilitas acara ini, menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam memajukan sains dan teknologi.

Tidak hanya keynote speakers, acara ini juga menghadirkan invited speakers, di antaranya adalah Assoc Prof Dr Ali H Jawad Al-Tael dari Universitas Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Prof Ir Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara, INdonesia.

Kedua pembicara ini membahas berbagai penelitian dan proyek inovatif yang telah mereka lakukan, memberikan wawasan berharga kepada para peserta konferensi.

DASAT 2025 menawarkan platform multidisiplin yang memungkinkan pertukaran ide-ide terbaru, penelitian mutakhir, serta inovasi teknologi.

Tema yang diusung tahun ini adalah “Science Solutions for a Sustainable Future”, dengan fokus pada solusi ilmiah untuk masa depan yang berkelanjutan. Hal ini mencerminkan komitmen para penyelenggara dan peserta untuk berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih baik melalui sains dan teknologi.

“Kolaborasi antara berbagai universitas dan lembaga penelitian dalam DASAT 2025 menunjukkan pentingnya kerja sama lintas negara dan disiplin ilmu,“ kata Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Jumat, 7 Februari 2025.

Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Majalengka, AMRC Universitas Indonesia, dan Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Jawa Timur memainkan peran penting dalam menyukseskan acara ini. Mereka bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertukaran pengetahuan dan inovasi.

Dengan berbagai pembicara ternama dan materi yang komprehensif, DASAT 2025 diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam dunia sains dan teknologi.

“Konferensi ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan para ahli, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam menciptakan solusi untuk tantangan global,“ terangnya.(TESTI PRISCILLA/R)