SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat ada 94 kasus peristiwa kebakaran selama 2024. 

"Angka ini menunjukkan urgensi peningkatan kesiapsiagaan kita dalam menghadapi potensi kebakaran. Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas tim dan koordinasi dengan instansi terkait untuk meminimalisir dampak kebakaran di masa mendatang," kata Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, Ati Maraahini, Jumat, 7 Februari 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun ada 94 kasus kebakaran terjadi selama tahun 2024 dengan rincina 42 kasus kebakaran bangunan, 26 kasus kebakaran lahan, dan 26 kasus kebakaran lainnya. 

Ati mengungkapkan dari 94 kasus itu sebanyak 67 kasus berhasil ditangani dengan baik dan tepat waktu oleh tim pemadam kebakaran.

"Namun terdapat 25 kasus yang berhasil diatasi namun mengalami kendala, baik itu kendala akses lokasi maupun keterbatasan sumber daya.  Sementara itu, dua kasus lainnya dinyatakan tidak tercapai dikarenakan kendala yang signifikan," jabarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan kebakaran di Kotim. 

Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan dan meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran di masa mendatang. Selain itu, pihaknya juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan kebakaran.

Pihaknya berharap agar masyarakat lebih waspada dan proaktif dalam mencegah kebakaran.  Langkah-langkah sederhana seperti memeriksa instalasi listrik, memastikan kompor dalam keadaan aman saat ditinggal, dan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah dapat meminimalisir risiko kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim jika terjadi kebakaran. Respon cepat sangat penting untuk meminimalisir kerugian dan memcegah adanya korban jiwa," ungkapnya. (DEVIANA/R)