SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah merilis data sementara terkait penyebab kebakaran yang terjadi sepanjang 2024.  

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, Atimaraahini menyebutkan terdapat beragam faktor yang menjadi pemicu insiden tersebut.

"Ada 94 kasus kebakaran yang terjadi selama tahun 2024 di Kotim. Untuk penyebabnya beragam," katanya, Jumat, 7 Februari 2025.

Ia mengungkapkan dari total kasus kebakaran yang terjadi,  sebanyak 44 kasus diduga disebabkan oleh korsleting listrik.

Angka ini menjadi penyebab paling dominan kebakaran di Kotim tahun ini.  Disusul oleh faktor kelalaian manusia sebanyak 19 kasus. 

Kelalaian ini meliputi berbagai hal, mulai dari penggunaan api yang tidak hati-hati hingga kurangnya pengawasan terhadap peralatan yang berpotensi menimbulkan api.

"Korsleting listrik memang menjadi masalah utama.  Kami mengimbau masyarakat untuk rutin mengecek instalasi listrik di rumah masing-masing dan memastikan keamanannya," jelas Atimaraahini.

Selain korsleting dan kelalaian, terdapat pula beberapa kasus kebakaran dengan penyebab lain.  Tiga kasus disebabkan oleh kabel terkupas, satu kasus akibat tungku api, dan satu kasus lainnya diakibatkan oleh kebocoran gas elpiji. 

Yang cukup mengkhawatirkan, sebanyak 25 kasus kebakaran hingga kini masih belum diketahui penyebab pasti kejadiannya, dan dua kasus lainnya diduga disengaja.

"Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam penggunaan listrik dan api.  Pencegahan kebakaran merupakan langkah yang paling efektif untuk meminimalisir risiko kerugian.  Masyarakat juga dihimbau untuk segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat," demikian kata Ati. (DEVIANA/R)