BORNEONEWS, Palangka Raya - Saat ini dunia menghadapi skenario global yang memiliki dampak besar terhadap perkembangan material ramah lingkungan. Menurut Assoc Prof Dr Sanjay M R dari King Mongkut’s University of Technology North Bangkok atau KMUTNB, Thailand, material ramah lingkungan memiliki banyak keunggulan dalam menggantikan material sintetis dan berbahaya.
"Inovasi dalam penggunaan material ramah lingkungan telah menjadi fokus utama dalam berbagai disiplin ilmu teknik untuk mendukung keberlanjutan dan mengurangi limbah, emisi berbahaya, serta dampak negatif terhadap lingkungan," kata Sanjay dalam Konferensi International Conference on Discoveries in Applied Sciences and Advanced Technology atau DASAT2025 pada 6-7 Februari 2025 di Resort World Awana, Genting Highlands, Malaysia.
Dalam bidang teknik, penggunaan material terbarukan yang ramah lingkungan dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan bersih.
Salah satu material terbarukan yang ramah lingkungan adalah serat alami, yang menarik perhatian para peneliti karena sifat uniknya seperti densitas rendah, biaya rendah, ketersediaan yang mudah, biodegradabilitas, dan kemudahan dalam pengolahan.
"Serat alami telah menjadi bahan penguat yang populer dalam komposit untuk berbagai aplikasi, termasuk di industri dirgantara, otomotif, dan produk rumah tangga," katanya lagi.
Selain itu, penggunaan komposit serat alami juga populer dalam pembuatan furnitur, panel interior kereta api, perlengkapan hortikultura, barang kemasan, struktur bangunan, dan alat olahraga.
"Kelebihan serat alami dibandingkan dengan serat sintetis sangat jelas, terutama dalam hal ketersediaan sumber daya yang terbarukan dan berkelanjutan. Proses budidaya tanaman serat alami juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan melindungi lingkungan dari pemanasan global," jelasnya.
Menurut Prof. Dr. Sanjay M R, setelah produk berbasis serat alami dibuang, mereka mudah terurai secara hayati dan tidak merusak lingkungan dengan mengisi lahan kosong atau badan air, sehingga mengurangi risiko kesehatan yang serius. Oleh karena itu, adopsi material ramah lingkungan ini sangat penting untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
"Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, para peneliti dan praktisi teknik semakin fokus pada pengembangan material yang tidak hanya efisien secara ekonomi tetapi juga ramah lingkungan. Material ramah lingkungan seperti serat alami memainkan peran penting dalam menciptakan solusi inovatif untuk berbagai industri, mendorong adopsi praktik berkelanjutan yang bermanfaat bagi planet ini," tegasnya.
Kesimpulannya, penggunaan material ramah lingkungan seperti serat alami merupakan langkah maju yang signifikan dalam mendukung keberlanjutan dan perlindungan lingkungan.
"Inisiatif ini tidak hanya bermanfaat bagi ekosistem tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi jangka panjang dengan mengurangi ketergantungan pada material sintetis dan berbahaya," katanya.
Selain Sanjaya, ada Ir Dr Oh Seong Por dari Samsung SDI Energy Malaysia Sdn Bhd sebagai Keynote speaker dalam DASAT 2025. Tidak hanya keynote speakers, acara ini juga menghadirkan invited speakers, di antaranya adalah Assoc Prof Dr Ali H Jawad Al-Tael dari Universitas Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Prof Ir Rahmawaty dari Universitas Sumatera Utara, Indonesia.(TESTI PRISCILLA/R)









