SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Sosial (Dinsos) Kotawaringin Timur (Kotim) telah menampung sebanyak 125 orang telantar di Rumah Singgah yang berlokasi di Jalan S. Parman selama tahun 2024 hingga awal 2025.

"Berdasarkan data buku tamu, pada tahun 2024 terdapat 91 orang telantar yang singgah, sementara pada awal tahun 2025 ini sudah mencapai 34 orang," kata Kepala Dinsos Kotim, Hawianan, Jumat, 7 Februari 2025.

Hawianan menegaskan bahwa rumah singgah ini hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara bagi orang-orang yang benar-benar telantar. Mereka tinggal sementara dalam jangka waktu tertentu sebelum kembali ke keluarga atau tempat asalnya. 

"Rumah singgah ini bukan tempat untuk penderita gangguan jiwa, karena kami tidak memiliki tenaga medis seperti psikolog atau dokter untuk menangani mereka," ujarnya.

Mayoritas penghuni rumah singgah memiliki berbagai latar belakang permasalahan. Ada yang tidak memiliki keluarga atau tertipu dalam pekerjaan.

"Orang telantar ini tidak mengenal hari libur, sehingga kami tetap melayani mereka kapan pun dibutuhkan. Mereka menginap sementara dan kami berikan makan sebisanya sebelum diserahkan ke pihak keluarga atau dikembalikan ke daerah asalnya," tambah Hawianan.

Bagi yang tidak memiliki keluarga, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk menempatkan mereka di panti sosial jika kondisinya memenuhi syarat. 

"Kami terus berupaya membantu sesuai dengan kapasitas dan sumber daya yang kami miliki. Yang terpenting adalah memastikan mereka tidak terus-menerus dalam kondisi telantar dan dapat kembali kepada keluarga atau daerah asalnya," tutup Hawianan. (DEWI PATMALASARI/j)