BORNEONEWS, Sampit – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) terpilih, Halikinnor-Irawati, menegaskan komitmen mereka dalam menjalankan visi, misi, dan program kerja yang telah dijanjikan selama masa kampanye.
"Kami berkomitmen untuk melaksanakan dan melanjutkan visi, misi, serta program kerja yang telah kami sampaikan kepada masyarakat," kata Halikinnor, Jumat, 7 Februari 2025.
Lanjutnya, semua aspirasi yang telah diserap selama proses pemilihan akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
Dirinya juga akan senantiasa membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan semua elemen masyarakat. Karena membangun Kotim bukan hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama.
Halikinnor dan Irawati, yang dikenal dengan sebutan Harati, telah resmi ditetapkan sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotim periode 2025-2030 dalam rapat pleno KPU Kotim pada Kamis, 6 Februari 2025.
Selama masa kampanye, Harati telah menyiapkan 10 program unggulan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kotim, yang mencakup berbagai sektor penting:
1. Pembangunan jalan antar desa terisolasi dan perkotaan guna meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas.
2. Penyelesaian jaringan listrik dan internet di seluruh desa menggunakan teknologi VSAT dan Starlink untuk pemerataan infrastruktur digital.
3. Program berobat gratis dengan alokasi anggaran sebesar Rp 61 miliar per tahun, memastikan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat.
4. Bantuan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 2 miliar per tahun bagi pekerja lepas harian untuk memberikan perlindungan sosial.
5. Bantuan pendidikan, meliputi beasiswa Gerbang Mentaya sebesar Rp 2 miliar, beasiswa santri ke Timur Tengah sebesar Rp 1 miliar, dan ukungan pendidikan dokter spesialis guna meningkatkan layanan kesehatan di Kotim.
6. Membentuk Sampit Youth Creative Center, yang bertujuan mencetak 1.000 pengusaha muda, menyerap 1.000 tenaga kerja, dan mengembangkan sanggar budaya Dayak untuk melestarikan kebudayaan lokal.
7. Bantuan modal usaha Rp 3 juta untuk 1.000 UMKM pemula guna mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat.
8. Pengadaan mobil pemadam kebakaran di kecamatan padat penduduk dan rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
9. Insentif bagi 2.000 pemuka agama dari semua agama sebagai bentuk apresiasi terhadap peran mereka dalam masyarakat.
10. Peningkatan pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) agar lebih mudah diakses dengan pelayanan prima.
"Dengan dukungan seluruh masyarakat Kotim, kami optimistis dapat merealisasikan program-program ini secara bertahap demi kemajuan daerah," tutup Halikinnor. (DEWI PATMALASARI/j)









