BORNEONEWS, Sampit - Aktivitas tak biasa terekam di tengah keramaian Car Free Day Taman Kota Sampit setiap hari Minggu pagi. Ketika kerumunan masyarakat antusias berolahraga atau berburu kuliner, terdapat sekelompok pemuda dan anak-anak duduk di atas alas sederhana berwarna hijau.
Mereka tenggelam dalam cerita dari buku yang ia baca, juga asyik memilah warna untuk digoreskan di atas kertas bergambar pilihannya.
Di atas alas tersebut juga nampak berbagai buku digelar mulai dari novel, komik, sejarah, buku anak-anak dan lainnya. Sebuah spanduk pun berdiri menandai nama aktivitas tersebut 'lapak baca buku gratis'. Ya, sebuah lapak unik digagas 2 komunitas pemuda yang diliputi keresahan minimnya fasilitas membaca untuk masyarakat Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Lapak membaca ini dikelola bersama kawan-kawan dari komunitas Teras Baca Merdeka dan Mentaya Membaca. Agar masyarakat bisa mudah mengakses buku-buku bacaan di ruang publik," kata salah satu fasilitator Teras Baca Merdeka, Dwi Wira Darma, Senin, 10 Februari 2025.
Wira mengisahkan, Teras Baca Merdeka berdiri terlebih dahulu atas gagasan Ezra Putra pada Juli 2023. Salah satu hal yang melatar belakangi berdirinya komunitas tersebut ialah sulitnya akses mendapatkan buku-buku bacaan di Sampit. Di sisi lain, mereka memiliki misi meningkatkan minat baca bagi pemuda dan anak-anak ditengah gempuran teknologi.
Berbekal buku koleksi pribadi, yang saat itu masih terbatas, para pemuda tersebut nekat melapak di 2 ruang publik yaitu Taman Kota Sampit dan Ikon Jelawat. Tak hanya itu, Teras Baca Merdeka juga berupaya berinteraksi dengan anak-anak melalui berbagai kegiatan. Seperti mewarnai, mendongeng, dan pantomim.
Namun di tengah semangat mereka, sang inisiator, Ezra meninggal dunia akibat kecelakaan pada Januari 2024. Hal itu berdampak pada semangat melapak anggota komunitas turut kandas dan sempat vakum beberapa bulan. Hingga akhirnya muncul komunitas lain yaitu Mentaya Membaca beberapa bulan setelah Teras Baca Merdeka tak lagi melapak.
"Saat vakum itu, kami menjumpai ternyata masih ada orang lain yang juga memiliki tujuan yang sama. Sehingga api yang meredup kembali membara. Akhirnya Teras Baca Merdeka dan Mentaya Membaca bersama-sama mengelola lapak baca," tambahnya.
Sementara itu, inisiator Mentaya Membaca, Cici Fatmawati mengatakan, berdirinya komunitas tersebut pada Februari 2024. Dirinya dan kedua temannya tergugah menghadirkan buku bacaan gratis untuk masyarakat karena harga buku di Sampit lebih mahal dibanding di Pulau Jawa.
Meski di daerah ini terdapat Perpustakaan Daerah (Perpusda), namun fasilitas tersebut tak dapat diakses saat hari libur. Sehingga Mentaya Membaca mulai melapak 19 Februari 2024 di Ikon Jelawat dan Taman Kota Sampit.
"Kami tidak mengetahui bahwa sudah ada Teras Baca Merdeka. Saat itu kami terinspirasi dari teman-teman perbukuan di Jawa yang mempunyai gerakan seperti ini," ujar Cici.
Hingga saat ini, 2 komunitas yang bersatu tersebut sudah beranggotakan 15 orang dari kalangan pemuda pekerja dan mahasiswa. Meski sering kali cuaca menjadi kendala untuk melapak, mereka tetap semangat untuk menggelorakan minat baca di jantung Kota Sampit.
Seiring berjalannya waktu, koleksi buku-buku mereka semakin bertambah. Tak hanya mengandalkan koleksi pribadi, namun juga donasi. Hingga saat ini tercatat kurang lebih 240 buku.
"Saat ini kami terus membuka kesempatan sukarelawan yang ingin bergabung atau donatur buku. Selain itu, kami juga ada sharing session dengan komunitas dari daerah lain seperti Duduk Baca dari Malang untuk meningkatkan pengelolaan lapak baca dan berbagi pengalaman," kata Cici.
Adapun, selain melapak di Taman Kota Sampit dan Ikon Jelawat, kedua komunitas tersebut juga memajang buku-buku koleksinya di Kafe Oase Jalan HM Arsyad dan Kafe Konservatif Jalan Jeruk II. Buku-buku tersebut pun dapat dipinjam dengan menghubungi akun Instagram @terasbacamerdeka maupun @mentayamembaca.
Kedua komunitas tersebut juga sempat diundang RQ Azzahra dalam acara kids day care untuk mengenalkan membaca kepada anak sejak dini.
Secuil pesan penutup disampaikan Wira saat berbincang dengan borneonews.co.id., "Kita berupaya mempunyai kegiatan yang memiliki manfaat untuk masyarakat, salah satunya melalui membaca". (DEWI PATMALASARI/H)









