BORNEONEWS, Barito-Selatan - Tiga pasang bakal calon bupati-wakil bupati Barito Selatan 2017-2022, yang akan bertarung dalam Pilkada Barito Selatan 2017, menjalani pemeriksaan general check up dengan 14 tahapan pemeriksaan. Yakni pemeriksaan jantung, treadmil dan EKG, pemeriksaan X-ray Thorax, USG transvaginal bagi calon wanita, pemeriksaan neurologi, bedah, penyakit dalam, mata, THT serta pemeriksaan gigi dan mulut.

“Proses tes kesehatan ini dilaksanakan mulai sore kemarin, Sabtu (24/9/2016) dimulai dengan pemeriksaan psikiatri dan psikologi telah selesai tengah malam,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Barsel, dr. Djul Kurnia Palar, kepada Borneonews, Minggu (25/9/2016) usai tes kesehatan.

Sebelumnya ketiga pasangan bakal calon (Bacalon) Bupati dan Wakil Bupati yang ikut bertarung pada Pilkada Barito Selatan 2017 menjalani tes urine oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng , Sabtu (24/9/2016).  Kali ini ketiga pasangan calon itu, kembali  menjalani tes kesehatan, di RSUD Jaraga Sasameh Buntok. Minggu (25/9/2016).

Ketiga pasangan bacalon tersebut, yakni Farid Yusran-Sukanto Djaban (FARIS) diusung oleh PDIP, Edy Raya Samsuri-Satya Titiek Atyani Djoedir diusung delapan partai koalisi dan Kisno Hadi-Rikianor Rahman (HAAM) lewat jalur pasangan calon perseorangan.

Djul Kurnia Palar mengatakan, para pasangan calon ini, telah mendaftar di KPU Barsel dan direkomendasikan untuk menjalani tes kesehatan jasmani dan rohani. Tes kesehatan Jasmani dan Rohani para bakal calon Bupati dan wakil bupati ini berjalan dengan lancar dan baik. 

Ia mengungkapkan, pemeriksaan ini melibatkan 35 orang dokter  15 orang diantaranya dr spesialis, 7 dokter wilayah IDI Kalteng dan sisanya  dokter setempat.

Tes kesehatan Jasmani dan rohani ini, lanjut dia, bertujuan untuk mendapatkan pemimpin yang mempunyai status kesehatan tertentu. 

“Artinya yang bersangkutan memiliki kemapuan untuk melaksanakan tugas  dan tanggungjawab dalam rentang waktu yang telah ditentukan,” ucap dia.

Disinggung apakah hasil dari pemeriksaan yang telah dilakukan?  Saat ini belum bisa berkomentar karena kami dari tim pemeriksa kesehatan melakukan pleno.

“Hasilnya nanti akan dilaporkan ke KPU setempat dua hari setelah selesai pemeriksaan. Artinya tanggal 27 nanti akan kita serahkan hasilnya ke KPU,” jelas dia. (Uriutu Djaper/N).