BORNEONEWS, Sampit - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar rapat paripurna pertama masa persidangan II, Senin, 10 Februari 2025.
Rapat paripurna tersebut beragendakan pengumuman penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih masa jabatan 2025-2030 dan pengumuman pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Kotim Periode 2021-2026.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kotim Rimbun, didampingi Wakil Ketua I Juliansyah dan Waki Ketua II Rudianur.
Hadir dalam rapat tersebut Bupati dan Wakil Bupati Kotim Halikinnor dan Irawati yang juga menjadi pasangan calon kepala daerah terpilih periode selanjutnya.
Dalam rapat tersebut Ketua KPU Kotim Muhammad Rifqi membacakan Surat keputusan KPU Kotim Nomor 2 Tahun 2025 tentang penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2025-2030. Bahwa Halikinnor dan Irawati sebagai pasangan calon dengan perolehan suara sebanyak 79.210 atau 39,59 persen dari total suara sah, ditetapkan sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Kotim terpilih periode 2025-2030.
Sementara itu, Rimbun mengatakan, penetapan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kotim terpilih masa jabatan 2025-2030 merupakan bagian dari perjalanan demokrasi yang telah dilalui mencerminkan bersamaan di Kotim
"Saya atas nama DPRD Kotim menyampaikan selamat atas pengangkatan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat atas partisipasi dalam penyelenggaraan Pilkada," ujar Rimbun.
Lanjutnya, dukungan, doa dan kepercayaan yang telah diberikan masyarakat merupakan pondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan daerah.
"Selanjutnya kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih saya ucapkan selamat, ini merupakan amanah besar yang telah dipercayakan oleh rakyat menjadi awal bagi semangat baru untuk membawa Kotim menuju masa depan yang lebih baik, lebih maju dan sejahtera," tambahnya.
Ia menyampaikan pesan bahwa tanggung jawab yang diemban tidak ringan. Dalam memimpin tidak hanya diukur dari penyampaian program tapi juga sejauh mana menghadirkan kepemimpinan yang bersih, transparan, akuntabel serta berpihak kepada kepentingan masyarakat.
"Semangat untuk membangun antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci untuk mencapai tujuan tersebut," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









