PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Operasi Keselamatan Telabang 2025 resmi digelar di Kalimantan Tengah (Kalteng). Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Rakhmad Setyadi, mengungkapkan operasi ini melibatkan kekuatan gabungan yang terdiri dari anggota Polri, TNI, Polisi Militer (PM), Jasa Raharja, dan Dinas Perhubungan Kalteng.

Total 501 personil gabungan diturunkan sebagai personil utama dalam operasi ini.

Meskipun hanya 501 personil yang bertugas sebagai ujung tombak, sekitar 7.500 personil Polda Kalteng dan jajarannya siap siaga untuk mendukung kelancaran Operasi Keselamatan Telabang 2025.

Operasi Keselamatan Telabang 2025 ini memiliki tujuan utama untuk menciptakan kondisi pra-operasi Ketupat yang kondusif.

"Dengan terciptanya ketertiban berlalu lintas sebelum masa mudik Lebaran, diharapkan arus lalu lintas dapat berjalan lebih lancar dan tertib selama Operasi Ketupat berlangsung. Hal ini akan meminimalisir potensi kecelakaan dan kemacetan," katanya, Senin, 10 Februari 2025.

Wakapolda Kalteng berharap operasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Diharapkan pula, operasi ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih tertib dalam berkendara di jalan raya. Dengan demikian, angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan dan keamanan jalan raya semakin terjamin.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum di bidang lalu lintas. Selain Operasi Keselamatan Telabang, berbagai program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga akan terus digalakkan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas.

Operasi Keselamatan Telabang 2025 merupakan langkah proaktif dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di jalan raya, khususnya menjelang Operasi Ketupat.

"Dengan sinergi antar instansi dan kesadaran masyarakat, diharapkan Kalteng dapat memiliki kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib," pungkasnya. (PATHUR/H)