SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit –  Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)  mengajak perusahaan-perusahaan besar di daerah ini untuk meningkatkan kepedulian terhadap pembangunan desa, khususnya di sekitar lokasi perusahaan masing-masing.

"Kami berharap perusahaan bisa bersama-sama berpartisipasi dalam membangun Kabupaten Kotawaringin Timur.  Lebih khusus, kita harapkan kepeduliannya terhadap desa-desa dan kelurahan di sekitar lokasi kerjanya," ungkap Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Alang Arianto, Senin, 10 Februari 2025.

Saat ini, ratusan perusahaan besar beroperasi di Kotim, bergerak di sektor perkebunan, pertambangan, kehutanan, perbankan, jasa, perdagangan, dan lainnya.  Di sektor perkebunan kelapa sawit saja, setidaknya sudah ada 58 perusahaan yang aktif.

“Keberadaan perusahaan-perusahaan ini diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap pendapatan negara dan daerah, tetapi juga secara langsung terhadap pembangunan desa-desa di sekitar perusahaan masing-masing,” tambah Alang. 

Sesuai aturan, setiap perusahaan wajib menyisihkan keuntungan mereka untuk melaksanakan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (corporate social responsibility).  Program tersebut diwujudkan melalui berbagai bidang yang diperlukan masyarakat, seperti pembangunan jalan, jembatan, pelayanan kesehatan, pendidikan, kegiatan ekonomi, dan lainnya. 

"Realisasinya bisa dengan cara membantu pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum, serta mendukung program peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan sumber daya manusia di wilayah sekitar perusahaan," ungkapnya. 

Alang menambahkan, dalam setiap musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), banyak usulan yang disampaikan masyarakat.  Namun, karena keterbatasan anggaran, tidak semua usulan dapat langsung dipenuhi.

"Seandainya ada beberapa usulan yang belum dapat disepakati dalam tahun perencanaan tahun 2026, hal ini semata-mata karena keterbatasan dana yang kita miliki dan kita akan perjuangkan lebih lanjut pada musrenbang tingkat provinsi dan musrenbang tingkat nasional," timpalnya. 

Oleh karena itu, partisipasi dunia usaha sangat dibutuhkan dalam membantu pembangunan daerah.  Setiap perusahaan besar diminta membantu pembangunan dan perekonomian masyarakat di desa-desa sekitar perusahaan masing-masing.

"Pelaksanaan CSR oleh perusahaan juga kami harapkan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah agar pelaksanaannya terarah, efektif, dan tidak tumpang tindih dengan program pemerintah sehingga membawa manfaat besar bagi masyarakat dan pembangunan desa," katanya. (DEVIANA/j)