SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah berupaya mencari solusi untuk mengatasi permasalahan sampah yang semakin menumpuk di wilayah tersebut.  Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjajaki kemungkinan kerjasama kemitraan dengan pihak swasta dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kita sangat dimungkinkan untuk menjalin kemitraan, walaupun memang kita yang namanya pemerintah itu kan butuh regulasi.  Jadi kita sedang mencari pihak-pihak swasta yang ingin ikut di dalam pengelolaan sampah ini,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Timur, Marjuki, Senin, 10 Februari 2025.

Marjuki mengakui bahwa volume sampah rumah tangga di Sampit, khususnya di dua kecamatan yaitu Mentawa Baru Ketapang dan Baamang, terus meningkat.  

Lebih lanjut, Marjuki mengungkapkan sampah rumah tangga yang dihasilkan warga di kota itu dalam sehari bisa mencapai 140 ton. Jumlah tersebut sudah melampaui kemampuan pengangkutan oleh petugas yang hanya sekitar 83 ton dalam sehari, sehingga sampah sering menumpuk. 

Untuk mengatasi masalah tersebut,  DLH berupaya menambah personel, armada, dan anggaran operasional.  Sementara itu, petugas yang ada di delapan depo sampah di Sampit dimaksimalkan dalam mengangkut sampah yang ada.

--page

Marjuki mengungkapkan bahwa untuk jangka panjang, pemilahan sampah menjadi solusi yang tepat. "Sampah yang masih bernilai ekonomis bisa dipisahkan dan dimanfaatkan, sehingga sisa sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir bisa berkurang," ungkapnya. 

Pemilahan sampah ini juga merupakan upaya untuk memanfaatkan kembali sampah-sampah yang masih bernilai ekonomi, seperti untuk dicacah dan dijual, maupun dibuat menjadi kerajinan seperti aneka mainan, perabot rumah tangga, batako, dan lainnya.

Untuk mewujudkannya,  DLH membutuhkan mitra kerja sama dari pihak swasta, baik perusahaan maupun kelompok masyarakat yang berminat. 

 "Kita berharap bisa mendapat mitra untuk kerja sama yang saling menguntungkan sehingga pengolahan sampah bisa optimal dan mitra juga mendapat manfaat ekonominya,” terangnya. 

Marjuki berharap semua pihak berkontribusi dalam penanganan sampah, mulai dari masyarakat, pengusaha swasta, dan tentunya semua perangkat daerah. 

Dia kembali menegaskan tentang pentingnya sumber daya manusia, sarana prasarana serta dukungan anggaran dalam penanganan sampah agar lebih optimal.

Kami juga mengimbau agar masyarakat lebih peduli dengan cara membuang sampah pada waktu dan tempat yang sudah ditentukan.  Ketertiban tersebut akan sangat membantu petugas kami dalam optimalisasi pengangkutan sampah sehingga tidak sampai menumpuk di depo-depo yang tersebar di Sampit, " tuturnya. (DEVIANA/Y)