BORNEONEWS, Sampit - Jalan M Hatta atau Jalan Lingkar Selatan Sampit yang merupakan jalur untuk kendaraan angkutan berat kembali dikeluhkan para pengguna jalan, terutama sopir.
Salah satu sopir truk, Manurung mengatakan, kondisi jalan ini semakin rusak parah, bergelombang, dan tergenang air, terutama saat musim hujan.
"Dari tahun ke tahun kondisinya seperti ini. Apalagi saat hujan, makin parah karena jalan berlubang, penuh air dan lumpur. Kami berharap dengan adanya Gubernur baru, jalan provinsi ini bisa lebih diperhatikan," ujar Manurung, Selasa, 11 Februari 2025.
Kerusakan jalan ini tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga membahayakan sopir truk. Kondisi jalan yang buruk menyebabkan kerusakan pada truk dan berisiko terguling sehingga menyebabkan kerugian bagi sopir.
"Kalau sudah terjadi kerusakan itu artinya sopir kehilangan pendapatan, karena biaya perbaikan kendaraan ditanggung sendiri," ujarnya.
Kondisi tersebut menyebabkan angkutan berat terpaksa masuk jalan dalam kota untuk menghindari kerugian.
Lanjut Manurung, para sopir angkutan berat berharap pemerintah, terutama Gubernur baru, serius dalam melakukan perbaikan Jalan Lingkar Selatan Sampit. Jalan yang mulus dan layak akan meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengendara, serta mengurangi risiko kerusakan kendaraan.
"Kalau jalan ini diperbaiki, truk bisa melintas dengan aman dan tidak perlu masuk ke jalan dalam kota. Semoga pemerintah segera bertindak," tambah Manurung. (DEWI PATMALASARI/H)









