BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), sering diguyur hujan. Imbasnya titik api di wilayah kabupaten berjuluk Bumi Marunting Batu Aji ini pun lenyap.
Menurut Kepala BMKG Pangkalan Bun, Lukman Soleh, berdasarkan data, musim kemarau berlangsung hingga awal November. Namun, saat ini, wilayah Kobar sudah sering diguyur hujan. Artinya, Kobar ini memasuki kemarau basah.
"Dalam sepekan kebelakang hanya ada 1 titik api di Pangkut Arut Utara," ucap di melakui staf prakirawan cuaca BMKG Pangkalan Bun, Minggu (25/9/2016).
Dia melanjutkan, tidak seperti tahun lalu, titik api pada musim kemarau sangat banyak. Bahkan, pada tahun lalu di Bulan September, merupakan puncak musim kemarau. "Ya bersyukur tahun ini hujan mulai mengguyur Kobar dan wikayah Kalimantan Tengah Lainnya," katanya.
Seiring hujan ini, kata dia, ancaman bencana asap pun hilang. Tak banyak masyarakat yang melakukan aktivitas bakar lahan. "Kebakaran lahan dan hutan pun kurang pada tahun ini."
Apalagi, ungkap Lukman, ancaman pidana yang berat membuat para pembakar lahan berfikir dua kali untuk melakukan aktivitas melanggar hukum tersebut.
Dia mengatakan, kondisi ini diprediksi berlangsung hingga masuknya musim penghujan pada awal November 2016. (CECEP HERDI/m)








