SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Potensi industri hilir, khususnya komoditas kelapa sawit dan karet di Kabupaten Kotawaringin Timur semakin dilirik investor, bahkan dari luar negeri.

"Rencana investasi yang masuk kini tidak hanya pada perkebunannya, tetapi mulai merambah pada industri hilirnya, yakni mengolah kelapa sawit menjadi minyak goreng dan karet menjadi bahan jadi untuk dilempar ke pasaran," kata, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotawaringin Timur, Diana Setiawan, di Sampit, Selasa, 11 Februari 2025.

Diana mengakui bahwa sektor perkebunan merupakan sektor yang banyak diminati investor, mengingat potensi besar Kotim pada komoditas kelapa sawit dan karet. 

Diana menjelaskan untuk kelapa sawit, saat ini ada dua grup perusahaan besar yang memproduksi minyak goreng yaitu Wilmar Group dan Sukajadi Sawit Mekar, anak perusahaan Musim Mas Group.  Segera akan ada perusahaan lain yang membangun pabrik minyak goreng di Kotim. 

"Sudah ada yang akan membangun pabrik minyak goreng dan pabrik karet. Perizinannya sedang berproses," ujarnya. 

Diana mengungkapkan investor dari luar negeri juga dikabarkan akan masuk ke Kotim untuk mengolah kelapa menjadi minyak murni dan dipasarkan ke luar daerah.

Rencana investasi lainnya yaitu pembangunan pabrik karet oleh investor dari Cina.  Perizinan untuk investasi ini masih dalam proses di tingkat pusat karena harus memenuhi sejumlah persyaratan.

“Dari sana (Cina) dengan kita kan ada perbedaan peraturan, nah itu yang perlu perhatian.  Tetapi sekarang sudah masuk.  Sudah kami keluarkan izin dasarnya.  Tapi sampai dengan hari ini belum sampai ke izin pabriknya.  Rencananya mereka mau mengolah karet di tempat ini," ungkapnya. 

Diana menyebutkan bahwa perkembangan penanaman modal di Kotim sangat bagus dan semakin banyak investor yang tertarik berinvestasi di daerah ini.

Pihaknya, sebagai representasi pemerintah daerah, berupaya seoptimal mungkin memberikan pelayanan terbaik, khususnya dalam hal perizinan.

Peningkatan investasi ini diyakini akan membawa dampak positif bagi kemajuan ekonomi Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Penanaman modal tahun 2024 melampaui target.  Artinya lebih dari 100 persen. Untuk 2025 targetnya meningkat, tetapi kami yakin bisa tercapai.  Kami di DPMPTSP ini mencari investor, tetapi juga mencari retribusi untuk daerah.  Kami berharap capaian ini terus meningkat,” harapnya. (DEVIANA/R)