PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah pada triwulan IV 2024 menunjukkan peningkatan yang signifikan sebesar 8,29 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Data ini mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi yang cukup besar di beberapa sektor utama di provinsi tersebut.

"Sektor-sektor yang mengalami pertumbuhan signifikan meliputi Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib, kemudian sektor Pertambangan dan Penggalian, Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 11 Februari 2025.

Masing-masing sektor mencatat pertumbuhan sebesar 34,39 persen, 16,77 persen, 16,17 persen dan 12,04 persen.

Khususnya pada sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib, pertumbuhan yang mencapai 34,39 persen mencerminkan peningkatan yang signifikan dalam pengelolaan dan alokasi sumber daya di bidang tersebut.

"Hal ini mungkin disebabkan oleh peningkatan belanja pemerintah serta penguatan sistem jaminan sosial yang lebih efektif. Pertumbuhan di sektor ini memberikan kontribusi yang besar terhadap keseluruhan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah," tuturnya.

Sementara itu, sektor Pertambangan dan Penggalian juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat sebesar 16,77 persen. Sektor ini menjadi salah satu pilar utama dalam menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah, dengan kontribusi sebesar 2,35 persen.

Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan kegiatan eksplorasi dan produksi di bidang pertambangan, yang berdampak positif terhadap perekonomian daerah.

"Di sisi lain, sektor Konstruksi mencatatkan pertumbuhan sebesar 16,17 persen. Peningkatan ini disebabkan oleh berbagai proyek pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung, baik yang didanai oleh pemerintah maupun swasta. Proyek-proyek ini meliputi pembangunan jalan, jembatan, serta fasilitas publik lainnya yang berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Kalimantan Tengah," katanya.

Namun tidak semua sektor mengalami pertumbuhan. Kategori Pengadaan Air dan Jasa Keuangan mengalami kontraksi masing-masing sebesar 0,66 persen dan 0,96 persen.

Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penurunan permintaan dan efisiensi operasional yang menurun di sektor-sektor tersebut.

Kontraksi ini menunjukkan adanya tantangan yang perlu dihadapi oleh kedua sektor tersebut untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik di masa mendatang.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan IV 2024 mencerminkan dinamika yang positif dengan berbagai sektor mengalami peningkatan signifikan.

Dengan fokus pada pengembangan sektor-sektor utama dan penyelesaian tantangan di sektor-sektor yang mengalami kontraksi, diharapkan perekonomian Kalimantan Tengah dapat terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat.(TESTI PRISCILLA/R)