SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 190 sekolah di Kabupaten Kotawaringin Timur mengikuti pembinaan penguatan gerakan peduli dan budaya lingkungan hidup di sekolah dan kelembagaan sekolah adiwiyata.  

"Kegiatan ini kami selenggarakan selama tiga hari dari 11-13 Februari 2025. Ini bertujuan untuk mewujudkan dunia pendidikan di Kotim yang memiliki lingkungan bersih dan sehat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Marjuki, Selasa, 11 Februari 2025.

Kegaitan itu diikuti 190 sekolah. Kegiatan tersebut diselenggarakan dari Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH DR) dari Provinsi Kalimantan Tengah maupun pusat.

Ia menerangkan pembinaan ini dimaksudkan untuk membina, memotivasi, dan mendukung upaya Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah serta menguatkan kelembagaan Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Kotawaringin Timur. 

Dia mengatakan sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan ini adalah sekolah menjadi tempat belajar dalam pengelolaan lingkungan hidup dan menjadi contoh pelaksanaan upaya ramah lingkungan hidup sehingga menjadi budaya dan karakter baik yang akan diaplikasikan dalam bermasyarakat. 

--page

"Tujuan akhirnya adalah untuk menguatkan kembali sekolah sebagai tempat mendidik generasi peduli lingkungan. Serta mampu menanamkan kepada sekolahnya untuk memiliki karakter peduli lingkungan dan melakukan perilaku ramah lingkungan hidup serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah, di sekitar sekolah, dan daerah," terangnya. (DEVIANA/R)