BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memperkuat pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi atau ZI-WBK. Kepala Balai Bahasa Kalteng, Muhammad Muis, menekankan pentingnya langkah nyata dari setiap tim kerja untuk mencapai predikat ZI-WBK.
Dalam rapat kerja yang diselenggarakan pada awal Februari 2025, Muhammad Muis menyampaikan bahwa pembangunan ZI-WBK bukanlah tugas individu, melainkan memerlukan kerja sama dan kesungguhan dari seluruh pimpinan dan staf Balai Bahasa.
"Kerja sama dan kesungguhan dalam melaksanakan serta mewujudkan target sesuai dengan areanya sangat diperlukan," kata Muis dalam rilisnya pada Selasa, 11 Februari 2025.
Muis juga menjelaskan bahwa komitmen bersama antara pimpinan dan staf sangat penting untuk mewujudkan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah yang berintegritas dan bebas dari korupsi. Dalam pelaksanaannya, setiap tim kerja diharapkan dapat berkolaborasi dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.
"Sebagai bagian dari upaya tersebut, Balai Bahasa Kalteng telah menetapkan beberapa strategi dan langkah nyata untuk mendorong integritas dan profesionalisme. Tim kerja akan fokus pada beberapa area penting, seperti manajemen perubahan, penataan tata laksana, dan penguatan akuntabilitas," tutur Muis lagi.
Kegiatan pembangunan ZI-WBK ini juga sejalan dengan tata nilai Mantap yang dianut oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu bermartabat, bermanfaat, akuntabel, dan profesional.
"Kami berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan penuh integritas dan transparansi," ujar Muhammad Muis.
Dengan adanya komitmen dan kerja sama yang kuat, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat menjadi contoh lembaga yang berintegritas dan bebas dari korupsi, sehingga mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. (TESTI PRISCILLA/j)









