PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ekonomi Kalimantan Tengah mengalami pertumbuhan signifikan pada tahun 2024 dengan peningkatan sebesar 4,46 persen. Pertumbuhan ini terlihat hampir di semua komponen pengeluaran, menunjukkan stabilitas dan perkembangan ekonomi di wilayah Kalteng.

"Salah satu komponen yang mencatat pertumbuhan tertinggi adalah Pengeluaran Konsumsi LNPRT atau PK-LNPRT yang meningkat sebesar 16,54 persen. Selain itu, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah atau PK-P juga menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 10,30 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 11 Februari 2025.

Dalam hal struktur PDRB atau Produk Domestik Regional Bruto Kalimantan Tengah menurut pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mendominasi dengan kontribusi lebih dari setengah PDRB, yaitu sebesar 52,37 persen. Ini diikuti oleh Komponen PMTB atau Pembentukan Modal Tetap Bruto yang berkontribusi sebesar 38,31 persen dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga atau PK-RT dengan 37,49 persen. Komponen Impor Barang dan Jasa juga menunjukkan pertumbuhan, meski hanya sebesar 0,67 persen, tetapi memiliki peran penting sebesar 42,88 persen dalam struktur PDRB.

"Dari sudut pandang penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi, Komponen PMTB memegang peran kunci dengan sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 1,94 persen. Disusul oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga atau PK-RT dengan kontribusi sebesar 1,87 persen dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah atau PK-P sebesar 1,33 persen," tutur Agnes.

Hal ini menunjukkan bahwa investasi dan konsumsi rumah tangga serta pengeluaran pemerintah menjadi pendorong utama ekonomi di Kalimantan Tengah.

Meskipun pertumbuhan ekonomi terlihat positif, ada beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian. Salah satunya adalah pertumbuhan Komponen Impor Barang dan Jasa yang hanya sebesar 0,67 persen, mengindikasikan perlunya peningkatan daya saing produk lokal untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Selain itu, upaya untuk meningkatkan kontribusi Komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT yang saat ini hanya sebesar 1,65 persen juga penting untuk diperhatikan.

"Secara keseluruhan, ekonomi Kalimantan Tengah pada tahun 2024 menunjukkan tren positif dengan berbagai komponen pengeluaran yang berkontribusi terhadap pertumbuhan. Keberlanjutan pertumbuhan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap kesejahteraan masyarakat setempat dan stabilitas ekonomi wilayah. Dukungan dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga momentum pertumbuhan yang telah dicapai," katanya.

Dengan pencapaian pertumbuhan ini, Kalimantan Tengah optimis dapat menghadapi tantangan ekonomi di masa depan dan terus berkontribusi dalam perekonomian nasional. Langkah-langkah strategis yang telah diterapkan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif, membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. (TESTI PRISCILLA/j)