BORNEONEWS, Sampit - Seorang pemuda beinisial APS (25) ditemukan tewas dalam keadaan tergantung di depan kamar kediamannya di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Parenggean Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Parenggean AKP Rahmad Tuah membenarkan adanya laporan seorang pemuda yang diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan seutas tali tersebut.
"Dia ditemukan sudah dalam keadaan tergantung, yang pertama kali melihat adalah adik korban," kata Kapolsek Parenggean AKP Rahmad Tuah, Selasa, 11 Februari 2025.
Kapolsek menjelaskan, sebelum korban ditemukan adik korban berinisial SM meminta tolong kepada DH untuk memanggil korban di kios depan rumah korban.
Sesampainya di depan kios tersebut DH terkejut melihat korban telah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali di depan kamar kios itu dan sudah meninggal dunia.
"Adik dan kakak korban saat melihat peristiwa itu langsung meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan ke Polsek Parenggean," jelasnya.
Belum diketahui pasti sebab pemuda yang baru saja merantau ke Kotim itu mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Namun kuat dugaan karena depresi lantaran ditinggal ayahnya meninggal dunia belum lama ini.
"Korban ini baru datang ke Parenggean dari Pacitan, Jawa Timur pada 22 Januari 2025. Jadi sehari setalah ayahnya meninggal yaitu pada 21 Januari 2025," ungkapnya.
Kini korban telah dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Pratama Parenggean untuk dilakukan visum. (BUDDI RAHMAT H/j)









