BORNEONEWS, Sampit - Seorang pria bernama Riwung (44) meninggal dunia akibat tersengat listrik saat sedang bekerja membuat tower tandon air di Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Parenggean AKP Rahmad Tuah mengatakan, peristiwa itu berawal saat Stephanus bersama dua warga lainnya di depan rumahnya sedang mengawasi korban itu bekerja membuat tower tandon air.
"Saat sedang bekerja, tidak berselang lama korban berteriak lalu kejang-kejang," kata Kapolsek Parenggean AKP Rahmad Tuah, Selasa, 11 Februari 2025.
Korban mengalami kejang-kejang diduga kuat tersengat arus listrik, karena korban saat itu memegang alat bor untuk membuat tower tandon air.
"Diduga korban tersengat listrik, karena pada saat itu korban sedang memegang bor," ucapnya.
--page
Melihat peristiwa itu, Stephanus mencoba menolong dengan cara melepas bor di tangan korban. Namun, upaya tersebut tidak bisa dilakukan karena ada aliran listrik.
"Tetapi ada warga lainnya yang berinisiatif mematikan meteran listrik. Korban lemas dan langsung terkapar dan tidak sadarkan diri," ujar Rahmad.
Namun naas, belum sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, nyawa korban tidak dapat tertolong. Korban akhirnya meninggal dunia. (BUDDI RAHMAT H/Y)









