BORNEONEWS, Sampit - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Marjuki meminta kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah namun juga lembaga pendidikan hingga masyarakat.
"Kita itu ingin menciptakan sisi kebersihan dan budaya sehat. Tapi untuk menciptakan itu harus ada keterlibatan semua. Jadi tidak ada lagi istilahnya bahwa apa namanya peduli terhadap kebersihan ini petugasnya ini," katanya, Selasa, 11 Februari 2025.
Ia menegaskan untuk peduli terhadap lingkungan itu tanggung jawab mulai dari lembaga pendidikan semua sekolah yang ada di wilayah tersebut. Menurutnya, dengan begitu lingkungan sekitar terutama di sekolah maupun masyarakat akan lebih bersih dan sehat.
"Dengan begitu, lingkungan sekitar, terutama di sekolah maupun masyarakat, otomatis bersih dan sehat," tegasnya
Sejauh ini kepedulian masyarakat terhadap sampah rendah. Masih ada yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Bahkan saat membuang di depo sampah, sebagian masyarakat enggan turun untuk menaruh sampah ke dalam depo.
--page
"Jadi dari motor terus di lempar sehingga sampah berserakan. Makanya kita siapkan petugas di setiap depo. Begitu juga di sekolah, peserta harus dibiasakan peduli terhadap sampah," ujarnya.
Marjuki berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, lingkungan di Kotim akan semakin bersih dan sehat. Ini sejalan dengan harapan Bupati Kotim Halikinnor.
"Jadi jangan ada lagi melihat sampah terus otaknya berfikir itu tugas DLH. Dalam hal ini semuda harus peduli dengan sampah. Tidak ada lagi orang buang sampah sembarangan," tegasnya. (DEVIANA/Y)









