SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berkomitmen untuk mendukung sekolah dalam menjalankan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).

Dukungan ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan Sekolah Adiwiyata sebagai wadah pendidikan karakter peduli lingkungan bagi siswa.

Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kotim, Rihel, mengatakan program ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif di lingkungan sekolah, seperti menjaga kebersihan, sanitasi, drainase, memilah dan mengelola sampah dengan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle), serta menanam dan merawat pohon.

"Dengan upaya ini, sekolah diharapkan mampu menjadi contoh penerapan perilaku ramah lingkungan bagi siswa dan masyarakat sekitar. Mulai dari menghemat air dan energi hingga berinovasi dengan kearifan lokal yang ada," ujar Rihel, Selasa, 11 Februari 2025.

Rihel juga menyoroti permasalahan sampah yang menjadi tantangan besar bagi Kotim. Kurangnya infrastruktur pengelolaan sampah serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya memperparah kondisi ini.

"Saat ini, banyak sampah yang menumpuk dan tidak terkelola dengan baik. Sekolah Adiwiyata, yang menerapkan pembelajaran dan praktik baik dalam pengelolaan lingkungan, diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan ini," tambahnya.

Sekolah yang menerapkan program Adiwiyata dapat menjadi contoh dalam mengelola sampah dari sumbernya. Siswa diajarkan untuk mengenal teknologi penanganan sampah yang bermanfaat serta menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Rihel mengajak seluruh masyarakat, sekolah, dan pihak terkait untuk bekerja sama dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

"Mari kita bersinergi, berkontribusi, dan berkomitmen untuk mewujudkan visi Kotim yang unggul, sejahtera, bermartabat, maju, dan berkelanjutan. Upaya ini bisa dimulai dari sekolah, rumah, dan diri kita sendiri," pungkas Rihel. (DEWI PATMALASARI/H)