BORNEONEWS, Pulang Pisau - Akibat dari curah hujan yang tinggi, tentu dapat berdampak negatif bagi kebanyakan petani. Dampak yang dapat ditimbulkan diantaranya adalah banjir, kerusakan lahan dan gagal panen.
Akan tetapi, curah hujan yang tinggi juga memiliki dampak positif bagi petani karena dapat membantu pertumbuhan tanaman.
Hal tersebut, juga dialami oleh salah seorang petani hortikultura dari Pulang pisau. Abdul Aziz mengatakan, akibat dari curah hujan yang tinggi sekitar satu bulan yang lalu membuat sayuran yang ia tanam tidak ada pertumbuhan yang subur.
"Itu sekitar satu bulan yang lalu. Kalau saat ini, curah hujan bisa dibilang stabil karena memiliki jeda sampai dengan lima hari baru turun hujan sehingga pertumbuhan tanaman semakin subur dan pasokan air yang diperlukan tanaman sangat tercukupi," ucapnya, Rabu, 12 Februari 2025.
Ia menjelaskan, pada musim penghujan tanaman sangat rentan terkena penyakit diantaranya seperti tanaman cabe yang bisa terkena antraknosa atau cacar. Sedangkan untuk mentimun dan semangka, biasanya rentan terkena jamur dibagian batang.
"Apabila hal tersebut tidak cepat ditangani, ya kami akan terancam gagal panen," jelasnya.
Ia menambahkan, untuk mengantisipasi hal tersebut, dirinya telah melakukan beberapa upaya pencegahan penyakit tanaman dengan menggunakan pestisida organik dan pungisida sehingga dapat melindungi tanaman dari berbagai penyakit.
Serta, petani juga dapat memilih tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi lembab, mengatur waktu tanam, mengelola air dan meningkatkan infrastruktur irigasi sehingga tanaman dapat tumbuh subur dan ancaman gagal panen dapat di minimalisir. (M PRADILA KANDI/H)









