BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kalteng), Brigjen Joko Setiono memberikan peringatan keras terkait bahaya penyalahgunaan narkoba yang mengancam dari berbagai aspek kehidupan. Ia memaparkan dampak negatif narkoba terhadap fisik, mental, dan sosial pengguna.
Dari segi fisik, penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan kerusakan otak, gagal jantung, melemahkan sistem imun, kerusakan hati, gangguan pernapasan, kebutaan, tekanan darah tinggi, dan bahkan kematian.
"Kerusakan organ tubuh ini dapat terjadi secara bertahap dan bersifat permanen, sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan," ungkapnya, Rabu, 12 Februari 2025.
Dampak negatif narkoba juga sangat signifikan terhadap kesehatan mental. Beberapa gangguan mental yang dapat ditimbulkan antara lain ketergantungan psikologi, psikosis, gangguan kognitif, delusi, apatis, paranoid, perubahan emosi yang drastis, dan bahkan dorongan untuk bunuh diri. Kondisi ini dapat mengganggu kehidupan sosial dan produktivitas individu.
Di sisi sosial, penyalahgunaan narkoba dapat mengakibatkan berbagai masalah serius. Pengguna narkoba berisiko kehilangan hubungan sosial, kehilangan pekerjaan, terlibat masalah hukum, masa depan yang suram, dan melakukan kriminalitas. Dampak negatifnya juga meluas hingga keluarga dan komunitas sekitar.
Joko Setiono menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan konflik dengan orang lain, baik di lingkungan keluarga, pertemanan, maupun masyarakat. Hal ini dapat berujung pada kekerasan dan tindakan kriminal lainnya.
BNNP Kalteng mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.
"Pencegahan dini dan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sangat penting untuk melindungi mereka dari bahaya narkoba dan menciptakan lingkungan yang sehat dan aman," pungkasnya. (PATHUR/R)









