BORNEONEWS, Tamiang Layang – Yayasan Tangan Pengharapan Kabupaten Barito Timur melalui program Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) menyalurkan 65 paket bantuan pendidikan kepada anak asuh di dua sekolah, Rabu, 12 Februari 2025.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Tangan Pengharapan, Munita Mustika Dewi, didampingi sejumlah pengurus yayasan. Sekolah pertama yang dikunjungi adalah SD Negeri Sumur di Desa Sumur, di mana 35 siswa menerima bantuan. Selanjutnya, penyaluran berlanjut ke SMP Negeri 1 Karusen Janang di Desa Dayu, dengan jumlah penerima sebanyak 30 siswa.
Munita menjelaskan bahwa paket bantuan pendidikan yang diberikan berisi sepatu, pakaian seragam, tas, buku tulis dan kaos kaki. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga kurang mampu.
"GN-OTA Yayasan Tangan Pengharapan tidak secara langsung mengasuh anak-anak, tetapi kami memberikan dukungan pendidikan agar mereka tetap bisa bersekolah dan tidak terhambat oleh keterbatasan ekonomi," ujarnya.
Munita menegaskan bahwa yayasan ini bergerak atas prinsip inklusivitas tanpa membedakan agama, suku, atau golongan. Sebelum menyalurkan bantuan, pihak yayasan melakukan pendataan penerima melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah.
"Banyak orang tua yang merasa sangat terbantu dengan adanya GN-OTA. Selain meringankan beban mereka, anak-anak juga semakin giat belajar dan tidak minder dengan teman-temannya," tambahnya.
Anggota DPRD Barito Timur dari PDI Perjuangan ini juga menekankan bahwa bantuan yang disalurkan Yayasan Tangan Pengharapan tepat sasaran karena diterima langsung oleh siswa yang telah didata pihak sekolah.
"Kami berharap ada perhatian dan kepedulian dari pemerintah daerah untuk mendukung kegiatan seperti ini, karena program ini benar-benar menyentuh kebutuhan anak-anak dari keluarga kurang mampu," katanya.
Sementara itu Kepala SD Negeri Sumur, Ariston, mengapresiasi program GN-OTA yang telah menjangkau siswa di sekolahnya.
"Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Semoga ke depan semakin banyak siswa dari keluarga kurang mampu yang mendapatkan bantuan serupa," ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Karusen Janang, Medi Pujiati, yang menilai bantuan pendidikan tersebut sangat berarti bagi para siswa di sekolahnya.
"Banyak peserta didik kami berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga bantuan ini benar-benar membantu mereka. Semoga dengan adanya dukungan ini, semangat belajar mereka semakin meningkat," ucapnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









