PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menyampaikan kondisi psikologis korban, yaitu seorang anak Pangkalan Bun yang mendapatkan kekerasan dari ayah kandungnya.

Kepala Dinas P3AP2KB Kobar, Agus Basra Badrawiyanta melalui Kepala Bidang UPTD. PPA, Idna Kholila mengatakan bahwa kondisi korban mengalami syok atas perlakuan fisik yang ia dapatkan. 

"Korban mengalami syok karena trauma psikis yang dia terima, selain kondisi psikisnya yang terganggu, dia juga mengalami kekerasan fisik yaitu korban mendapatkan luka robek di bagian bibir sebelah kanan, ada lebam di pipi kanan dan tubuhnya merasa sakit," katanya, Kamis, 13 Februari 2025. 

Lebih lanjut, Idna Kholila menyampaikan, bahwa korban saat ini sudah bisa diajak bicara. Saat melakukan pendampingan, korban menyampaikan ingin masuk sekolah kembali. 

"Kemarin kita lakukan assessment awal korban bisa diajak berbicara, mengobrol bahkan kemarin dia sudah punya keinginan untuk kembali ke sekolah. Saat mengobrol, keinginan dia masuk sekolah ini karena dalam waktu dekat mau tampil di kegiatan di sekolahnya," ujarnya. 

Dalam hal ini, pihaknya akan terus mendampingi korban hingga pulih kembali. "Kita akan terus dampingi dan memantau kondisi psikologis korban sampai benar-benar pulih sampai bisa menjalani aktivitas sekolahnya lagi, dan yang jelas ketika dia membutuhkan kita, kita selalu ada buat dia," tandasnya. (NURITA/H)