BORNEONEWS, Tamiang Layang – Warga Desa Hayaping, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, melalui Kepala Desa Krisnayadi menegaskan penolakan terhadap rencana rehabilitasi Jembatan Sei Awang yang hanya bersifat perbaikan sementara.
Mereka mendesak agar jembatan kayu ulin tersebut diganti dengan konstruksi beton yang lebih permanen dan aman.
"Masyarakat Kecamatan Awang, khususnya di Desa Hayaping, menolak jika Jembatan Sei Awang hanya direhabilitasi. Kami menginginkan pembangunan jembatan baru dengan konstruksi beton," tegas Krisnayadi, Kamis, 13 Februari 2025.
Krisnayadi menjelaskan bahwa permintaan ini bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, usulan pembangunan Jembatan Sei Awang selalu menjadi prioritas utama masyarakat, namun hingga kini belum terealisasi.
"Dari zaman ke zaman, usulan masyarakat selalu menempatkan Jembatan Sei Awang sebagai prioritas utama, tapi tidak pernah terealisasi. Entah kenapa," ujarnya dengan nada kecewa.
Kondisi jembatan yang semakin lapuk dan rusak menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan warga yang melintasinya.
"Kami khawatir jika tidak segera dibangun dengan konstruksi yang lebih kokoh, jembatan ini bisa membahayakan pengguna," tambah Krisnayadi.
Selain itu, masyarakat Kecamatan Awang merasa tertinggal dibandingkan dengan kecamatan lain dalam hal pembangunan infrastruktur.
"Masa cuma Jembatan Sei Awang saja yang tidak beton, sedangkan di kecamatan lain sudah beton semua," lanjutnya, mengungkapkan kerinduan warga akan kemajuan infrastruktur di wilayah mereka.
Desakan ini sejalan dengan aspirasi yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Awang pada 6 Februari 2025.
Camat Awang, Fernando, menyatakan bahwa masyarakat mengusulkan dua prioritas utama, pelebaran dan pengaspalan Jalan Tamiang Layang-Hayaping serta pembangunan Jembatan Sei Awang.
"Kami hanya mengusulkan dua prioritas utama dalam Musrenbang, yaitu pelebaran dan pengaspalan Jalan Tamiang Layang-Hayaping serta pembangunan Jembatan Sei Awang," jelas Fernando dalam sambutannya. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









