SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Rimbun meminta pengusaha dari luar daerah untuk melibatkan tenaga kerja lokal dalam berbagai proyek yang dijalankan di daerah ini.

Salah satu contohnya adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

“Kami menekankan agar pengusaha yang mengerjakan program itu wajib menggunakan tenaga kerja lokal sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya,” ujar Rimbun, Kamis, 13 Februari 2025.

Rimbun menyoroti pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam program MBG. Menurutnya, warga Kotim memiliki keterampilan yang memadai, terutama di sektor kuliner.

“Perlu diingat, MBG ini harus melibatkan warga lokal. Jangan sampai orang Jakarta yang jadi vendor membawa tenaga dari sana juga, sementara warga lokal hanya menjadi penonton,” tegasnya.

Selain program MBG, Rimbun juga menyoroti proyek-proyek APBN dan sektor swasta di Kotim. Ia mengungkapkan bahwa masih banyak kontraktor dari luar daerah yang membawa tenaga kerja dari luar, padahal pekerjaan tersebut bisa dikerjakan oleh masyarakat setempat. Sehingga warga lokal mendapatkan dampak positif ekonominya.

Dirinya mengkritik pengusaha yang masih memandang rendah tenaga kerja lokal. Menurutnya, banyak sumber daya manusia (SDM) di Kotim yang memiliki keahlian yang layak untuk dilibatkan dalam berbagai proyek.

Sebagai langkah nyata, pemerintah daerah telah menerbitkan peraturan daerah (Perda) mengenai tenaga kerja lokal. Peraturan ini bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan yang beroperasi di Kotim benar-benar memberdayakan tenaga kerja lokal.

“Kami bersyukur implementasi di beberapa sektor swasta sudah berjalan dengan baik, termasuk dalam hal jumlah persentasenya,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)