PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Barat (Kobar) menyatakan kesiapan untuk menyerap hasil panen jagung petani dalam program ketahanan pangan nasional. Bulog telah menyiapkan gudang penyimpanan dengan kapasitas 1.000 ton untuk menampung hasil panen tersebut.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan penanaman jagung serentak seluas 1 juta hektare yang dilaksanakan oleh Polri bekerja sama dengan Kementerian Pertanian RI.

Di Kabupaten Kotawaringin Barat, program ini telah berjalan sejak 21 Januari 2025, dengan belasan ribu hektare lahan yang digunakan untuk pertanian jagung di berbagai kecamatan.

Pemimpin Cabang Bulog Kobar, Ricky Bagus Pratama, menyatakan bahwa pihaknya siap menampung hasil panen para petani sesuai instruksi pusat.

"Persiapan penyerapan jagung dari Bulog sudah kami siapkan. Kami memiliki gudang dengan kapasitas sekitar 1.000 ton yang bisa dimanfaatkan setelah panen," ujarnya, Kamis, 13 Februari 2025.

Ia menambahkan bahwa Bulog Kobar juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk kepolisian dan Dinas Pertanian, untuk memastikan kelancaran penyerapan hasil panen jagung petani.

"Karena ini kerja tim, kami bersama-sama menyiapkan lahan dan mekanisme penyerapannya," tambahnya.

Terkait harga, Bulog akan mengikuti Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk jagung, yaitu Rp5.500 per kilogram dengan kadar air maksimal 15 persen.

"Jenis penyerapan jagung ketentuannya sudah ada. Namun, untuk penyalurannya nanti akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan stakeholder terkait," jelasnya.

Dengan adanya gudang penyimpanan ini, diharapkan hasil panen petani di Kabupaten Kotawaringin Barat dapat terserap dengan baik, sehingga mendukung ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. (DANANG/j)