PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah resmi mencanangkan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi atau ZI-WBK pada Februari 2025.

Acara tersebut diadakan di aula Parawei dan dihadiri oleh seluruh pegawai Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Acara tersebut dibuka dengan sambutan dari Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis.

Dalam sambutannya, Muhammad Muis menekankan komitmen Balai Bahasa untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat integritas dalam pelaksanaan tugas.

Ia berharap bahwa pencanangan ZI-WBK ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun pemerintahan yang bersih dan akuntabel di Kalimantan Tengah.

“Dengan dicanangkannya Zona Integritas ini, mari kita berkomitmen untuk menjalankan tugas dan fungsi secara transparan dan bebas dari segala bentuk penyalahgunaan wewenang. Layanan terbaik harus diberikan kepada masyarakat tanpa praktik korupsi,” kata Muis dalam rilisnya pada Jumat, 14 Februari 2025.

Komitmen tersebut juga dipertegas oleh pernyataan Kasubbag Umum, R Hery Budhiono. Dalam arahannya, Hery menekankan bahwa kerja panjang pembangunan ZI-WBK yang telah dimulai sejak tahun 2021 ini harus didukung oleh seluruh lapisan pegawai.

Menurutnya, pencanangan ini adalah langkah nyata untuk mempertegas komitmen Balai Bahasa dalam membangun wilayah bebas dari korupsi.

Selain itu, Kepala Balai Bahasa berharap agar dengan adanya pencanangan ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dapat semakin mendorong terciptanya budaya antikorupsi. Diharapkan seluruh pegawai dapat menjalankan tugas dengan integritas tinggi dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan pencanangan ZI-WBK ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa komitmen untuk menjaga integritas dan transparansi bukan hanya wacana, tetapi aksi nyata yang diimplementasikan dalam setiap aspek kegiatan.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja dan membangun kepercayaan publik terhadap Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/R)