BORNEONEWS, Palangka Raya – Tim Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Palangka Raya melakukan pengawasan keamanan pangan segar di Pasar Kahayan pada Jumat, 14 Februari 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rutin untuk memastikan keamanan dan kesehatan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Pengawasan difokuskan pada produk pangan segar, khususnya sayuran dan ikan asin yang menjadi komoditas utama di pasar tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Palangka Raya, Sugianto, menjelaskan bahwa pengawasan ini penting untuk mencegah peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya.
"Keamanan pangan merupakan prioritas utama kami, oleh karena itu, kami secara berkala melakukan pengawasan dan pengujian untuk melindungi konsumen dari potensi bahaya yang mungkin timbul dari konsumsi pangan yang tidak aman." katanya, Jumat, 14 Februari 2025.
Dalam pengawasan tersebut, Tim OKKPD Palangka Raya mengambil beberapa sampel sayuran dan ikan asin untuk dilakukan pengujian.
Pengujian dilakukan menggunakan rapid test kit yang dirancang untuk mendeteksi keberadaan pestisida dan formalin, dua jenis bahan berbahaya yang sering ditemukan pada pangan segar. Proses pengujian dilakukan secara teliti dan mengikuti prosedur standar yang telah ditetapkan.
Hasil pengujian menunjukkan hasil yang memuaskan. Rapid test kit menunjukkan bahwa sampel sayuran dan ikan asin yang diambil dari Pasar Kahayan Palangka Raya negatif terhadap cemaran pestisida maupun formalin. Artinya, pangan segar yang dijual di Pasar Besar tersebut aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Temuan ini tentunya menjadi kabar baik bagi masyarakat Palangka Raya. Hasil pengujian ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan pangan yang beredar di pasaran.
Ke depan, Tim OKKPD Palangka Raya akan terus meningkatkan pengawasan dan pengujian keamanan pangan secara berkala.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan di Palangka Raya tetap terjaga dan masyarakat dapat mengonsumsi pangan yang aman, sehat, dan bergizi.
"Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada pedagang dan masyarakat juga akan terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan," pungkasnya. (PATHUR/R)



