BORNEONEWS, Palangka Raya - Universitas Palangka Raya atau UPR menjadi tuan rumah kuliah umum Digital Financial Literacy bertajuk "The Future of Digital Finance: Digital Finance Asset and Crypto Asset The Benefit, Risk, and Regulation" pada Jumat, 14 Februari 2025 oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia atau Aspakrindo. Acara ini bertempat di Aula Palangka dan dihadiri oleh para mahasiswa yang antusias untuk belajar lebih lanjut tentang keuangan digital dan aset kripto.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Wijanarka yang mewakili Rektor UPR, menyampaikan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa.
"Mahasiswa sering kali terjerat kasus keuangan karena kurangnya pemahaman tentang manajemen keuangan yang baik. Oleh karena itu, literasi keuangan sangat penting untuk diberikan kepada mahasiswa agar mereka lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi," ujarnya dalam pembukaan acara.
Menurut Wijanarka, salah satu faktor yang menyebabkan mahasiswa terjerat masalah keuangan adalah ketidaktahuan mereka terhadap risiko investasi, terutama dalam aset kripto.
"Banyak mahasiswa yang tertarik dengan keuntungan besar yang dijanjikan oleh aset kripto tanpa memahami risiko yang terlibat. Hal ini mengakibatkan banyak dari mereka yang mengalami kerugian finansial," tambahnya.
Acara ini juga menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi sebagai pembicara utama. Hasan memberikan pemahaman mengenai manfaat, risiko, dan regulasi yang berkaitan dengan aset keuangan digital, serta pentingnya literasi keuangan di era digital ini.
Wijanarka menegaskan bahwa pendidikan mengenai literasi keuangan harus menjadi bagian dari kurikulum pendidikan tinggi.
"Kami di UPR berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan-kegiatan seperti ini agar mahasiswa kami lebih siap menghadapi tantangan keuangan di masa depan," katanya.
Dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan para mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam mengenai aset keuangan digital dan mampu mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak. Literasi keuangan yang baik akan membantu mahasiswa untuk menghindari jeratan kasus keuangan dan mencapai kesejahteraan finansial di masa depan.(TESTI PRISCILLA/j)









