BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebanyak 62 siswa SMP Santo Paulus Kuala Kapuas didampingi 12 guru mengadakan kunjungan edukatif ke Rumah Betang Sei Pasah, Jumat, 14 Februari 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran luar kelas untuk mengenal lebih dekat budaya Dayak dan sejarah Rumah Betang sebagai rumah adat khas Kalimantan.
Para siswa disambut oleh Adyatama Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparbudpora, yang menjelaskan filosofi Rumah Betang sebagai simbol kebersamaan masyarakat Dayak.
Selain itu, mereka juga diajak memahami tata cara hidup, nilai-nilai adat, serta seni ukir khas yang ada di rumah adat tersebut. Tidak hanya mendengarkan penjelasan, siswa juga aktif berinteraksi dengan berbagai benda tradisional di dalam Rumah Betang.
Beberapa di antaranya tampak antusias bertanya mengenai sejarah dan fungsi dari berbagai ornamen yang ada. Menurut guru pendamping, Rossy Eka Rejeki, pengalaman ini sangat berharga bagi siswa.
--page
“Biasanya mereka hanya membaca tentang budaya di buku, sekarang bisa melihat langsung. Ini memberikan wawasan yang lebih mendalam,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan mendorong mereka untuk ikut serta dalam pelestariannya. (DODI/Y)









