BORNEONEWS, Sampit – Warga mengeluhkan kondisi jembatan tanpa pagar di Jalan HM Arsyad KM 3, Kota Sampit, yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Windarto, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa jembatan ini berada di jalur yang cukup padat dengan lalu lintas kendaraan besar seperti truk pengangkut CPO dan TBS yang melintas bersamaan kendaraan pribadi.
Sayangnya, tidak ada pagar atau tanda yang menandakan keberadaan jembatan, yang di bawahnya terdapat Sungai Mentawa.
"Sepertinya kita harus lebih waspada saat melewati jembatan ini, terutama di malam hari atau saat hujan lebat. Tidak ada pagar yang berfungsi sebagai pengaman dan penanda bagi pengguna jalan," ujar Windarto, Jumat, 14 Februari 2025.
Lanjutnya, jembatan ini sebetulnya berada di dekat kantor Dinas SDABMBKPRKP dan Disdukcapil Kotim. Juga menjadi akses penting bagi masyarakat. Namun, tanpa pagar pembatas, risiko kecelakaan semakin tinggi.
--page
Minimnya penerangan pada malam hari membuat jembatan sulit dikenali. Sehingga warga yang tidak menyadari jembatan tersebut berpotensi jatuh ke sungai.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk memasang pagar pengaman di jembatan ini agar tidak membahayakan pengguna jalan, terutama bagi mereka yang tidak familiar dengan jalur tersebut.
"Pagar jembatan itu penting, bukan hanya untuk estetika, tapi juga untuk keselamatan. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah," tambah Windarto.
Sementara itu, Novi warga yang sering melintas di jalan tersebut juga telah mengeluhkan hal itu sejak lama. "Memang kondisinya sudah lama seperti ini. Sepertinya memang dibiarkan begitu saja. Padahal bisa berakibat fatal jika sampai ada yang tidak menyadari adanya jembatan. Kalau jatuh bisa langsung terseret arus sungai," tandas Novi. (DEWI PATMALASARI/Y)









