BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, Muhammad Fajar Afrizal, menyatakan keprihatinannya atas kasus penganiayaan anak yang baru-baru ini viral di media sosial dan telah ditindak oleh Polres Kobar.
Ia menilai peristiwa tersebut sebagai tamparan keras bagi masyarakat, mengingat anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi.
"Saya sangat prihatin atas kasus ini. Anak-anak adalah aset masa depan yang harus tumbuh di lingkungan yang aman dan nyaman. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melindungi mereka dari segala bentuk kekerasan," ujar Fajar Afrizal, Sabtu, 15 Februari 2025.
Menurut Politisi Partai Golkar, meskipun kasus ini telah ditangani oleh pihak kepolisian, kejadian ini menjadi pengingat bahwa masih banyak kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, di Kotawaringin Barat yang belum terungkap atau mendapatkan perhatian yang serius. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mencegah kejadian serupa terulang.
"Ini bukan hanya tugas kepolisian, tetapi juga tanggung jawab kita semua. Pemerintah daerah, dinas terkait, dan masyarakat harus bekerja sama dalam menciptakan sistem perlindungan yang lebih baik bagi anak-anak dan perempuan," tegasnya.
Fajar juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan kasih sayang dan pendidikan yang baik bagi anak-anak. Ia berharap para orang tua lebih memahami hak-hak anak dan tidak menjadikan kekerasan sebagai solusi dalam mendidik mereka.
Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan sosialisasi, serta membangun program pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak.
"Pendidikan bagi orang tua, kampanye anti-kekerasan, serta fasilitas perlindungan yang memadai sangat diperlukan agar kasus seperti ini tidak terulang lagi," tambahnya.
Fajar berharap, kasus ini dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian, terhadap perlindungan anak dan perempuan di Kotawaringin Barat.
"Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak dan perempuan, demi terwujudnya Kotawaringin Barat yang bebas dari kekerasan," pungkasnya. (DANANG/H)









