BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pengolahan kerajinan tangan berbahan dasar purun terus berkembang secara turun-temurun di Desa Pematang Panjang, Kecamatan Seruyan Hilir Timur.
Seiring waktu, hasil kerajinan semakin bervariasi berkat dukungan pemerintah daerah melalui berbagai pelatihan. Kini, para perajin mampu menghasilkan produk seperti kotak tisu, dompet, tas, gantungan ID card, hingga ikat pinggang.
Sunar, salah satu perajin desa setempat, mengungkapkan bahwa kerajinan purun telah menjadi bagian dari kehidupan mereka sejak lama. Namun, inovasi produk seperti tas dan dompet baru berkembang setelah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Seruyan.
"Awalnya kami hanya membuat anyaman sederhana dari daun purun. Setelah mendapatkan pelatihan, kami belajar membuat berbagai variasi kerajinan," ujar Sunar, Sabtu, 15 Februari 2025.
Meskipun memiliki potensi besar, kendala utama yang dihadapi para pengrajin adalah kurangnya akses pemasaran.
"Produk kami biasanya hanya dititipkan di tempat penjualan kerupuk dan oleh-oleh khas Seruyan. Kami masih kesulitan memasarkan produk secara luas," tambahnya.
Padahal, harga produk kerajinan daun purun ini cukup terjangkau, mulai dari Rp20.000 hingga Rp180.000 per item, tergantung jenis dan tingkat kesulitan anyaman.
Sunar berharap adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah agar produk kerajinan purun dapat dikenal lebih luas. Selain memperkuat ekonomi lokal, hal ini juga berkontribusi dalam melestarikan warisan budaya khas Seruyan yang unik dan bernilai tinggi.
"Saya juga sudah mendapat pelatihan pemasaran, tetapi belum bisa mempraktikkannya dengan maksimal. Kami masih butuh bantuan agar produk kami bisa bersaing di pasar yang lebih luas," pungkasnya. (FAHRUL/H)









