SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Menjelang bulan suci Ramadhan 2025, Palang Merah Indonesia (PMI) Kotawaringin Timur semakin gencar mengadakan donor darah untuk mengantisipasi kekurangan stok. Pasalnya, jumlah pendonor biasanya menurun drastis hingga 80 persen selama bulan puasa.

Menurut Humas Unit Donor Darah (UDD) PMI Kotim, Seniwantoko, pihaknya sudah menjadwalkan kegiatan donor darah sebelum Ramadhan, termasuk di perusahaan-perusahaan seperti Sinarmas dan Minamas, guna memastikan ketersediaan darah selama satu bulan penuh.

"Saat bulan puasa, banyak yang enggan mendonorkan darah karena khawatir batal, meskipun Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa bahwa donor darah tidak membatalkan puasa," kata pria yang kerap disapa Iwan tersebut, Sabtu, 15 Februari 2025.

Selama bulan puasa, PMI Kotim tetap membuka layanan donor darah sejak pagi, namun pada jam tersebut pendonor sangat minim. Oleh karena itu, pihaknya membuka donor darah hingga pukul 22.00 WIB, sebab mayoritas pendonor datang setelah salat tarawih.

Pedonor saat bulan Ramadhan biasanya datang dari sukarelawan yang telah terjadwal. Bahkan pihak Gereja dan Kelenteng di Sampit kerap melakukan donor untuk membantu ketersediaan darah saat bulan puasa. 

PMI Kotim membutuhkan rata-rata 40 kantong darah per hari untuk memenuhi kebutuhan pasien thalassemia, anemia, ibu melahirkan, serta korban kecelakaan yang membutuhkan transfusi darurat.

"Idealnya satu hari kita perlu 100 kantong darah atau minimal masing-masing golongan darah tersedia 30 kantong untuk memenuhi kebutuhan," ujarnya.

Saat ini, stok darah di PMI Kotim per 15 Februari 2025 pukul 07.15 WIB adalah golongan darah A 12 kantong, golongan darah B 12 kantong, golongan darah O 12 kantong, dan golongan darah AB 4 kantong. Sehingga keseluruhan tersedia 40 kantong darah. 

Stok ini masih jauh dari ideal, terutama untuk golongan darah AB, yang sangat sulit didapatkan. Sehingga PMI terus mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam donor darah.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mendonorkan darahnya. Ini sangat membantu mereka yang membutuhkan transfusi rutin maupun dalam kondisi darurat," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)