BORNEONEWS, Tamiang Layang – Sebuah bus pariwisata mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Hayaping-Janah Jari, Desa Hayaping, Kecamatan Awang, Kabupaten Barito Timur, sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat, 14 Februari 2025.
Kendaraan dengan nomor polisi DA 7011 HG itu mundur tak terkendali dan menabrak pagar pembatas jembatan sebelum sebagian bodinya masuk ke Sungai Wakai.
Kasatlantas Polres Barito Timur, AKP Perdhana Mahardika, mengungkapkan bahwa bus dikemudikan oleh Abdul Hair (39), yang saat kejadian hendak menjemput rombongan peziarah dari Desa Janah Jari menuju Bukit Karmel, Palangka Raya.
"Saat tiba di lokasi kejadian, bus tidak mampu menaiki tanjakan. Pengemudi kemudian turun untuk mengecek kondisi jalan setelah sebelumnya memasang rem tangan. Namun, tak lama setelah pengemudi keluar, bus meluncur mundur karena rem tangan tidak mampu menahan beban kendaraan," jelas AKP Perdhana, Sabtu, 15 Februari 2024.
Akibatnya, bus berhenti dalam posisi miring dengan bagian belakang masuk ke sungai, sementara bodi kanan mengalami kerusakan cukup parah. Kaca depan pecah dan pintu depan sebelah kanan rusak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
"Tidak ada korban manusia dalam kecelakaan ini. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai Rp15 juta," tambah Kasatlantas.
Faktor utama penyebab kecelakaan diduga karena kelalaian pengemudi yang kurang berhati-hati dan tidak memperhitungkan kondisi jalan sebelum mendaki tanjakan.
Selain itu kondisi jalan yang berbatu dengan medan menanjak turut berkontribusi terhadap insiden tersebut.
AKP Perdhana mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan besar seperti bus dan truk, untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur dengan medan ekstrem, terutama pada malam hari.
Hingga saat ini, bus yang terguling masih berada di lokasi kejadian dan menunggu proses evakuasi menggunakan alat berat.
Warga berharap pemerintah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalur tersebut guna mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









