SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Rimbun mendorong pemerintah daerah segera merealisasikan perbaikan fasilitas pasar tradisional. Hal ini menyusul banyaknya keluhan dari pedagang dan pengunjung terkait minimnya sarana dan prasarana pasar.

Kurangnya fasilitas yang memadai menyebabkan banyak pedagang memilih berjualan di pinggir jalan dibandingkan menyewa lapak yang telah disediakan pemerintah daerah.

Kondisi ini berdampak pada ketertiban kota dan kenyamanan pembeli, serta mengurangi daya tarik pasar tradisional sebagai pusat perdagangan.

"Perbaikan dan peningkatan fasilitas pasar sudah menjadi rekomendasi DPRD sejak 2024. Pemerintah daerah harus segera melakukan perawatan, terutama di Pusat Perbelanjaan Mentaya dan beberapa pasar tradisional lainnya," ujar Rimbun, Sabtu, 15 Februari 2025.

Ia menegaskan, pemerintah daerah harus segera menyediakan sarana dan prasarana pasar yang lebih baik agar pedagang dan pembeli merasa nyaman.

"Pemerintah daerah melalui dinas teknisnya harus melaksanakan tugas dan fungsinya untuk merealisasikan pengembangan pasar di Kotim," tambahnya.

Rimbun juga menekankan pentingnya keseriusan bupati dan wakil bupati yang periode 2025-2030 yang akan dilantik 20 Februari 2025 mendatang memperhatikan pasar tradisional sebagai salah satu pusat perekonomian. 

"DPRD akan terus mengawal kebijakan ini agar pasar tradisional di Kotim semakin tertata dan mampu menjadi pusat ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)