KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Aplikasi Sistem Informasi Geografis Aset Tanah dan Bangunan (SiGanteng) yang dikembangkan Pemkab Kapuas melalui BKAD setempat bersama ITS Surabaya diharapkan dapat menjadi solusi dalam pengelolaan aset daerah. 

Kepala Bidang Aset BKAD Kapuas, Eko Tejono, menjelaskan bahwa aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk mengetahui kondisi dan fisik tanah serta bangunan secara digital tanpa harus membuka data manual.

Menurut Eko, kehadiran aplikasi ini juga akan membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan terkait aset daerah. 

Dengan data yang sudah terdigitalisasi, proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan akurat. Selain itu, aplikasi ini juga mendukung upaya Pemkab Kapuas dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Saat ini Pemerintah Daerah sedang giat meningkatkan PAD, dan aplikasi ini menjadi salah satu instrumen untuk mencapai tujuan tersebut," ujarnya, Sabtu, 15 Februari 2025.

Eko menambahkan bahwa dengan aplikasi SiGanteng, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak perlu lagi melakukan inventarisasi lapangan secara manual. 

Cukup dengan menggunakan ponsel, mereka dapat meninjau lokasi aset yang tercatat dalam sistem, karena informasi terkait sudah tersedia secara online.

"Dengan sistem ini, SOPD hanya perlu menggunakan HP untuk meninjau lokasi tanah dan bangunan yang tercatat. Semua informasi dan keterangannya sudah tersedia di aplikasi," pungkasnya. (DODI/R)